SAN

Lagi males nulis pokoknya! Entah kenapa. Saya cukup membagi foto-foto bus yang saya tumpangi saat mudik PP dari Bandung-Bengkulu beberapa hari lalu. Saya yakin ini tidaklah penting. Karena tidak penting itulah, maka saya uplod foto hasil jepretan saya ini. Semoga tidak ada manfaatnya, ya.

Kalau saya naik bus lain, mungkin saya akan foto bus itu. Jadi gini, bus tujuan ke Bengkulu itu bukan bus SAN (Siliwangi Antar Nusa) saja, tapi ada beberapa bus dari perusahaan jasa lain. Misalnya, PO Bengkulu Kito, PO Putra Rafflesia, PO Family Raya, dan mungkin juga ALS (Antar Lintas Sumatera).

Bus yang saya naiki ini AC Executive, ya. Lihat saja tampilan busnya.

Okelah. Saya kira cukup.

CAM02360

CAM02628

CAM02626

CAM02627

Mana Kunci Motormu? Udah, Tinggalin aja di Parkiran

Untungnya, saya masih menyimpan beberapa foto saat berlibur ke Tanjung Pandan, Belitung, 3 tahun lalu. Beberapa tempat wisata nan eksotis yang ada di negeri Laskar Pelangi tersebut, pun saya kunjungi. Saya hanya ingin membuktikan, benarkah keindahan alam yang ditampilkan di film besutan Riri Riza itu benar-benar bukan khayalan? Eh, ternyata, benar, batu-batu besar yang disorot di film hasil adaptasi novel Andrea Hirata itu tak bohong. Pokoknya, indah banget, deh! Saya mau ke sana lagi suatu saat, tapi entah kapan. Mungkin kalau nanti merayakan bulan madu. Ha.

Untuk sementara ini, saya tidak hendak membagikan soal keindahan alam Belitung, tetapi pengalaman lain saya ketika jalan-jalan ke salah satu pasar di Kota Tanjung Pandang suatu pagi bersama adik, kakak, dan kakak ipar. Saat memasuki kawasan pasar itu, saya terkaget-kaget melihat motor yang terparkir di sekitar pasar itu, kunci kontaknya kok masih tergeletak di tempatnya, alias terbujur di lubang kunci itu. Maka, saking penasarannya, saya mencoba berkeliling di antara puluhan motor yang terparkir. Dan benar, anak kunci itu masih bertengger di motor!

Tuh, kan, bener! Dua motor bergandengan, liat kuncinya, kan masih bergantung.
Tuh, kan, bener! Dua motor bergandengan, liat kuncinya, kan masih bergantung.

Saya tanya ke salah satu pedagang sayur-mayur di sana. Kata si ibu itu, memang sengaja para pemilik kendaraan, terutama motor sengaja tidak mencabut kunci motornya. Kenapa, ya? “Di sini memang nyaman, kok, Dek! Udah biasa, di Belitung ini tidak ada yang maling. Kita di sini sudah saling menjaga.” begitu kata ibu-ibu yang menjual wortel dan sayur lainnya saat saya tanya alasan kenapa pemilik motor tak mengambil kuncinya.

Motor merek lain, dan di tempat berbeda, tapi masih di sekitar pasar.
Motor merek lain, dan di tempat berbeda, tapi masih di sekitar pasar.

Saya lihat, di sana memang berkeliaran tukang parkir. Si juru parkir, selalu mengingatkan kepada warga yang hendak memarkir motornya, untuk tidak mengunci stang motor. Rupanya, ini untuk memudahkan mereka kalau ingin menggeser atau memindahkan motor supaya lebih rapi dan tidak parkir sembarangan. Makanya, kebetulan, kakak saya pun waktu itu membawa motor dan memarkirkan motornya di depan gedung pasar. Eh, ternyata, kakak saya ini pun tak mengambil kunci motornya. “Enggak, tenang aja. Di sini aman, kok!” ucap kakak  ke saya yang tampak khawatir.

Nah, ini kan motor mahal, tapi, lihat, kuncinya masih tidur di situ.
Nah, ini kan motor mahal, tapi, lihat, kuncinya masih tidur di situ.

Makanya, karena menurut saya itu hal unik, kamera poket yang saya bawa tak disiasiakan. Beberapa motor yang terparkir pun saya bidik, terutama titik tembaknya tepat pada kunci yang masih menggantung. Kontan, beberapa orang di sekitar pasar, sesekali melirik saya sambil ketawa-tawa. Ah, saya cuek saja, yang penting kan saya bukan sedang mengincar salah satu motor, untuk kemudian dibawa kabur. Ah, kalau ke Belitung lagi, saya mau ke pasar lagi, mau lihat-lihat, masih adakah kunci motor menempel saat diparkir.

Bener, ya, kunci motor saja ditinggal, mungkin besok-besok dompet.
Bener, ya, kunci motor saja ditinggal, mungkin besok-besok dompet.
Foto terakhir ini, ya bisa dibilang bonus lah! Ya, gambar ini juga masih dari Belitung, di pasar itu.
Foto terakhir ini, ya bisa dibilang bonus lah! Ya, gambar ini juga masih dari Belitung, di pasar itu.

Nambah Bumbu, Nambah Foto

Yohaaa…!!! Saya hari ini hanya membereskan, membubuhi foto, sekaligus membuang kata-kata yang tak dipakai di blog/catatan harian saya ini. Meskipun, saya akui masih banyak kekurangan di sana-sini, terutama soal tampilan blog dan seabrek permasalahannya. Masalah buat, LOAH??? Tapi, yah, begitulah, namanya saja apa adanya. Yang bisa saya lakukan, saya kerjakan. Yang enggak bisa, ya udah, tinggalin aja. Enggak perlu dipaksa. Menyelami hidup lebih aman rasanya kalau begitu. Kata siapa? Ha.

Saya hari ini lebih fokus memposting foto guna membantu tulisan saya yang sudah di publish.  Biar enak gitu kelihatannya. Biar tambah cantik. Ha. Mungkin. Tapi memang, saya lihat-rata-rata yang memiliki blog, pasti diselingi dengan gambar/foto. Minimal ilustrasi untuk membantu menjelaskan isi tulisan. Makanya, ya, sebisa mungkin hari ini saya masukkan foto-foto pada  postingan terdahulu dan terbaru. Sekali lagi, semampu saya.

Ibarat masak sayur, kalau enggak dipercikkan sedikit masako atau penyedap lainnya, rasanya gimana gitu, Bro! Terasa kurang lengkap, kurang sedap. Memang, sih, saya terbiasa makan nasi hanya ditemani garam saja. Asyik, sih! Tapi itu dia, kurang PAKNYUS! Biar lahap, tentu harus ada sayur. Alah, ngaco, kemana aja saya ini ngomong! Ngomong? Nulis, kaleeee!

Jadilah, Bro! Enggak mau berpanjang-panjang. Cuma ngasih tahu aja, bahwa masakan saya sudah ditaburi bumbu. Kali aja mau mencicipi lagi, membedah lagi. Okeh ah, makasih sahabat semuanya! Hihi.

http://warungembakkar.wordpress.com
http://warungembakkar.wordpress.com