LDR

Sejak saya menikahi neng 15 April-akhir Juni 2017 kami mengalami LDR-an alias Long Distance Relationship. Saya di Bandung dan neng Sukabumi. Saya seminggu sekali ke Sukabumi, tiap Jumat sore sehabis pulang kerja. Itu pun jika tak hujan. Jika hujan, maka Sabtu pagi saya ke Sukabumi dan kembali lagi ke Bandung Minggu siang.

Begitulah yang saya lakukan selama 3 bulan lalu. Sebab 30 Juni atau 4 hari lalu neng sudah saya boyong ke Bandung, ngekos bersama di sebuah tempat yang tak seluas rumah orangtuanya di Sukabumi. Semoga ia betah. Semoga ia tetap menikmati alur hidup yang tak ia duga ini.  Karena seumur-umur, ini kali pertama ia ngekos!

Kenapa kami, setelah nikah, kok LDR-an? Bukankah setelah nikah seharusnya bersatu? Normalnya, sih begitu. Bahkan, teman saya bilang, “Ini udah nikah kok masih sendiri. Gimana, sih? Bukannya dibawa istrinya. Malah ditinggal. Percuma nikah kalau berpisah! Mening gak usah nikah!” Pedas kata-katanya, tapi, diam-diam saya mengiyakannya.

Saya sebenarnya tak mau LDR-an setelah menikah. Maunya saya, begitu beres nikah, neng langsung ikut saya ke Bandung, sebab begitu ijab kabul, ia sudah jadi tanggungjawab saya bukan lagi kedua orangtuanya, apalagi tetangganya. Seperti sudah saya bilang, normalnya begitu. Tapi, gak boleh ya kita mencoba tidak normal beberapa saat untuk kembali normal? Boleh kalau kata akumah, eh kata saya mah.

Alasan kami LDR-an:

Sebelum menikah, kami sepakat neng bersedia ikut saya ke Bandung. “Neng tentu ikut suami. Tapi, beri waktu neng sampai Juni, ya. Soalnya neng masih harus nyelesaikan tugas ngajar. Tanggung, 3 bulan lagi akhir tahun ajaran. Juga sambil nyari pengganti neng di sekolah. Gak papa, kan nanti seminggu sekali akang ke Sukabumi?”

Apalagi, kata neng, ”Neng juga ngajar privat matematika di dua rumah. Jadi, mau tuntasin dulu privatnya. Kasian mereka kalau neng langsung tinggalin. Terus, neng juga harus cari guru privat pengganti neng yang cocok buat mereka …”

Saya katakan oke ke neng waktu itu. Dan berakhir pula LDR-an kami. Alhamdulillah. Saatnya hidup memulai dari nol bersama sang istri, di sebuah kota bernama Bandung!

 

Iklan

One thought on “LDR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s