Lebaran di Rumah Mertua

Inilah lebaran pertama saya di rumah mertua. “Mak, Pak, kayaknya lebaran tahun ini Cep gak pulang ke Bengkulu. Saya lebaran di Sukabumi.  Cep dan neng ke Bengkulu di luar lebaran …” begitu saya bilang ke orangtua, ketika memasuki dua hari ramadan.

Awalnya, lebaran tahun ini saya pengen ajak neng ke kampung halaman saya, sembari mengenalkannya kepada saudara-saudara saya, tetangga, handai tolan, dan tentu tempat-tempat eksotis yang ada di provinsi, yang beberapa hari yang lalu, daerah ini mendadak ramai, karena istri gubernurnya terkena OTT oleh petugas KPK karena menerima suap dari salah satu pengusaha di sana. Wow! Karena merasa bertanggungjawab dan malu, akhirnya, Ridwan Mukti, sang gubernurnya juga mengundurkan diri. “Siap-siap dibully …” salah satu komentar teman saya di facebook.

Itu keinginan saya sebelum ngobrol sama neng. Tapi, setelah saya ngobrol tentang rencana saya itu, neng bilang, ”A, gimana kalo lebaran besok (tahun ini) kita lebaran di Sukabumi. Tahun depan, insyaallah neng mau lebaran di Bengkulu. Soalnya, udah lebaran nanti aa, kan mau bawa neng ke Bandung. Jadi, lebaran tahun ini lebaran terakhir neng bersama keluarga. Masih pengen bersama mereka dulu a …”

Saya mengerti. Andai saya jadi neng, mungkin saya pun akan bilang begitu. Hahaha. “Baiklah, Neng …” kata saya, sembari pikiran saya melayang, membayangkan berlebaran di rumah mertua, berkumpul dengan lima adiknya, silaturahmi dengan saudara-saudara ibu dan ayah mertua, tetangga kanan-kirinya, juga kekhawatiran bila saya tak dapat bergaul dengan keluarga mereka. Maklum, saya ini suka tidak pedean. Pemalu. Memerlukan waktu yang tidak sebentar bersosialisasi dengan orang-orang baru.

Saya pun mulai sadar: Cep, kini kau tak lagi sendiri. Kau sudah menikah. Cara berpikirmu sudah harus beda, antara ketika masih sendiri dan sudah menikah. Kau tak bisa lagi mementingkan egomu. Kini, kau harus mulai berpikir adil tentang statusmu yang baru: MENJADI SUAMI. Intinya: ketika kau menikahi istrimu, artinya kau juga, mau tak mau harus pula “menikahi” keluarga mereka. Noted that!

Yup, jadi, udah tiga hari ini saya sedang menikmati hari kemenangan di rumah mertua. Siapa saja yang baru menikah, selamat menikmati lebaran di rumah mertua, ya. Walau, saya yakin kau masih canggung dengan mereka. Tapi, begitulah proses menjadi bagian dari keluarga baru.

 Cipetir, 27 Juni 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s