Niatku Menikah Karena …

Jangan sampai salah niat. Dalam hal apa pun. Terlebih pada sesuatu yang dianggap sakral: misalnya menikah. Sebab, katanya, nih. Bila salah niat, ke sananya gak bakalan beres! Itu, sih katanya. Saya belum mengalami ketidakberesan itu.

Misalnya, karena hampir semua teman sudah menikah, maka kau pun ingin cepet nikah tanpa memikirkan tujuan sebenarnya menikah. Jadinya, kau menikah karena ikut-ikutan. Adakah pasangan yang menikah karena sebab ini? Wow, saya kira tak terhitung. Jumlah pastinya saya tidak tahu. Tapi, saya yakin ada.

Selain itu? Ada lagikah? Ini mungkin yang paling diminati: karena umur sudah tidak muda lagi. Belum lagi karena desakan dari keluarga, teman, dan lingkungan. Uh, memang mereka itu seenaknya mendesak-desak, ya. Banyak nanya. Tanpa memberikan solusi. Bisanya nyuruh-nyuruh.

“Eh, umur lo udh 27, kok belum nikah juga?”

“Hampir kepala tiga, kok masih nyantai-nyantai aja, buruan, dunk nikah!”

“Kalau nikah jangan ketuaan, masa nanti anakmu maih esde, sementara kamu udah sakit-sakitan. Kan, gak enak!”

“Eh, gak suka sama cewek, ya? Kok masih membujang …”

“Hei, jangan sembarang nikah! Pasang niat baik-baik kalau emang mau nikah. Jangan salah niat. Jangan karena gengsi…!”

(Pernyataan terakhir itu, saya jarang mendengarnya)

Pernyataan dan pertanyaan nyinyir itu akan terus ada, selagi saya, kamu, belum nikah-nikah, sementara ini sudah 2017! Lalu, gimana sikapmu menghadapi pertanyaan yang tak kau harapkan itu? Tersinggung? Membalas dengan nyinyir lagi, atau nyantai saja?

Kalau saya yang ditanya, gimana? Ya, terima aja dulu pertanyaannya. Kok, terima, sih? La, emang mau gimana? Namanya hidup itu ya begitu. Kudu siap menerima pertanyaan dan pernyataan dari siapa pun. Kudu siap! Kalau gak siap, ya jangan hidup, dunk. 😀

Terus, apa lagi? Ya udah, jawab apa adanya aja dulu. Usahakan, menjawabnya tenang. Jangan perlihatkan emosi (sebab saya tahu, kadang-kadang pertanyaan-pertanyaan kapan nikah dan sejenisnya suka bikin dada dag-dig-dug dari biasanya). Bila perlu, jawab aja begini: “Kenalin, dunk ke gue, siapa tahu dia juga serius mau nikah. Jangan nanya melulu kapan nikah! Gue butuh solusi, bukan pertanyaan! Hahaha…”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s