Buku Tiada Artinya

Salah satu teman bertanya, “Apa arti buku buatmu?” Saya bingung mau jawab apa. Saya langsung katakan,”Gak ada artinya.” “Masa?” sambung teman saya lagi. “Iya.” kata saya. Percakapan selesai. Buku memang tiada artinya di mata saya. Ya udah, saya jawab apa adanya saja ke dia.

Bisa saja saya bilang ketika itu. Misal,”Buku, buatku adalah inspirasi nomor satu. Buku, buatku adalah harta paling mahal dibandingkan emas permata. Buku, buatku menjadi tahu tentang ketidaktahuan. Buku, buatku menjadi teman ketiga setelah Tuhan dan hape. Buku, buatku jadi berpikiran terbuka …”

Tapi tidak, ke teman saya, saya tidak jawab seperti itu. Saya tahu, jawaban seperti itu adalah jawaban normatif, jawaban biasa yang tak membuat orang jadi berpikir. Jangankan bertanya soal arti buku buat saya, jika ada pertanyaan lain saja, saya tidak yakin memiliki jawaban yang diinginkan si penanya. Silakan, kalian mau nanya apa ke saya? Yakinlah, jawaban saya tidak pernah memuaskan.

Teman saya nanya begitu, tentang arti sebuah buku buat saya, karena hari ini bertepatan dengan Hari Buku Nasional (Harbuknas). Mungkin, sih. Ini baru tebakan saya saja. Jawaban saya itu, bisa jadi untuk bahan tulisan dia di blog atau apalah gitu. Ah, terserahlah. Mau Harbuknas, kek, mau hari apa, saya kurang peduli. Bagi saya, peringatan tidaklah penting, apalagi Harbuknas tidak dijadikan sebagai hari libur nasional.

Buku?? Gadget kali. Hari gini ngurusin buku.
Udah, ah! Wasalam, dari saya yang baru bisa menulis lagi di blog ini, setelah beberapa bulan vakum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s