Kekenyangan

Cuma mau ngasih tahu, bahwa dari pagi sampai sore ini, perut saya perasaannya enggak enak. Alias saya ini makannya kekenyangan! Ini bahaya kalau terus dilakukan! Bahaya! Kalau ada sabda Muhammad bahwa berhentilah makan sebelum kenyang, faktanya saya telah melanggar. Buset!

Saya tahu tadi pagi itu udah kenyang, tapi, entahlah, kenapa saya kok terus mau nambah nasi goreng buatan saya. Apa karena enak, ya? Mungkinlah! Padahal saya udah mikir sejak awal, kalau saya makan terlalu banyak, maka di kantor pasti enggak efektif, ngantuk, dan enggak semangat! Eh, itu terbukti! Enggak mau-mau lagi ah!

Saya janji, setelah saya tahu kekenyangan dan enggak enak perut, saya tidak akan makan siang. Eh, pas 5 menit sebelum jam istirahat, si iwenk, salah satu teman kantor ngirim pesan,”Mau maksi di mana?” Duh, saya jadi bimbang. Saya makan lagi enggak, ya? “Warteg aj lah!” Eh, saya malah jawab gitu coba. “Coba nasi padang di ruko dekat pom bensin aja, katanya enak!” jawab iwenk. Intinya saya makan padang dengan lauk tongkol, walau terpaksa! Isi perut semakin padat, menumpuk! Maafkan saya, lambung!

Ini namanya menganiaya diri. Tapi, saya seneng, kok melakukannya! Senang dengan terpaksa! Buktinya, selepas makan siang, saya masih saja ngunyah dodol garut yang ada di tas mungil saya. Padahal, udah tahu perut udah full sama nasi padang! Masih aja diisi. Ya, Tuhan, kenapa, saya, ya? Gila kali saya ini. Uh! Bukan gila, tapi saya ini tidak sabar menahan yang lezat-lezat. Yang enak-enak!

Udah, ah! Saya mau pulang ke kos! Mau makan lagi. Eh!

Iklan

One thought on “Kekenyangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s