Stop Bicara Agama

Anda pintar sekali berbicara masalah agama, tapi salat lima waktu masih bolong-bolong! Manusia itu tak ada yang sempurna, katamu. Iya, kebanyakan kita memang sering mengambinghitamkan kata “tidak sempurna” untuk melakukan pembenaran. Stop bicara agama! Jika sudah paham dengan ajaran agamamu, ya lakukan apa yang diperintahkan. Jika belum, pelajari perlahan. Jangan pernah bosan untuk memperdalam agama yang kita yakini, sebelum, jika ingin, memperdalam agama orang lain.

Dari pagi hingga petang, tak ada lain yang Anda bicarakan selain soal agama. Anda mengulasnya dari hal mendasar hingga nilai filosofisnya. Namun, ketika azan zuhur, Anda bukannya berwudhu kemudian salat, melainkan malah meneruskan diskusi itu. “Dengan kita nyebut-nyebut Tuhan dalam diskusi ini, Dia pasti seneng. Mari menyenangkan Tuhan!” begitu ujung-ujungnya katamu. “Udah, salat dulu! nanti kita lanjut!” Ada juga sebagian kawanmu yang bilang begitu, walau hanya gertakan saja. Setelah itu, ya kawanmu itu tetap ngopi dan meneruskan diskusi sambil ketawa-tawa.

Agama itu mesti diamalkan. Itu intinya. Jika tidak mampu, Tuhan tidak memaksa. Tapi Tuhan tahu, mana orang yang bekerja keras untuk memahami agama dan Tuhannya, mana orang yang hanya ikut meramaikan, tapi tidak mengamalkan secara sungguh-sungguh. Jika ada orang bersungguh-sungguh ingin mengenal agama dan Tuhannya, tentu Dia akan memudahkan jalannya. Jangan dibikin ribet, apalagi soal agama. Lagian, orang tidak harus beragama, kok! Benar, kan ada yang berpendapat begitu? Jadi, agama itu hanya bagi mereka yang diberikan petunjuk oleh Tuhan. Tuhan yang mana? Anda harus cari tahu.

Siapa, sih yang tak asyik membincangkan persoalan agama? Apalagi ketika membahas surga dan neraka. Ingat, jangan fokus kepada keduanya, hingga Anda lupa menunaikan perintah Tuhan. Bahkan, saya paling males bicara tentang surga dan neraka, karena, kadang-kadang itu mengganggu kekhusyukkan ibadah saya kepada Tuhan. Intinya, saya mengabdi kepada Tuhan, motivasinya bukan karena berharap surga. Bukan pula supaya dijauhkan dari neraka. Tapi, saya hanya ingin Tuhan meridhai saya dalam setiap detiknya. Kalau Tuhan sudah ridha kepada saya, masa, sih Dia tega memasukkan saya ke neraka?

Stop bicara agama!

Selamat menikmati Maret!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s