Nyunting dan Kantuk

Tugas utama saya adalah menyunting sebuah naskah sebelum dicetak menjadi buku. Nyunting harus serius! Sekira di tengah-tengah nyunting saya diberedel kantuk, ya jangan diteruskan dulu. Saya biasanya langsung berdiri dari tempat duduk dan langsung berjalan sembari menyapa beberapa teman yang lagi serius memelototi komputer mereka.

Biasanya, setelah itu saya berjalan menaiki tangga ke lantai tiga. Karena di lantai tersebut relatif sepi, jadi saya agak bebas untuk melakukan peregangan tubuh: sit-up, kayang, tidur-tiduran, meyoga, loncat-loncat sedikit, bahkan cuci muka dengan niat, ya Tuhan, semoga kantukku hilang!

Tak cukup di situ. Saya kadang-kadang langsung ke lantai dasar. Masuk ke ruangan marketing komunikasi atau ruang sekretaris untuk sekadar say hello. Baca koran sejenak. Setelah itu saya buru-buru ke meja melanjutkan pekerjaan: nyunting naskah! Eh, emang enggak minum kopi? Ya kalau ada stok, saya seduh cappucino kopi.

end

2 thoughts on “Nyunting dan Kantuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s