Mak,

Seharusnya saya uplod kemarin ini tulisan.

Saya berusaha menelepon emak seminggu tiga kali. Maunya tiap hari, tiap udah subuh, tapi nyatanya, kadang-kadang saya lupa. Kadang-kadang saya sedang tidak ada pulsa. Tetapi anehnya, kuota untuk internet selalu ada. Saya belum termasuk anak yang berbakti kepada ibu, eh emak. Maafkan saya, Mak.

Saya mengontak emak, hanya satu tujuan: minta doa, selebihnya menanyakan kabar dan apa saja kegiatan sehari-sehari selain masak dan melayani bapak saya yang sakit-sakitan beberapa minggu ini. Saya suka katakan, ”Sabar, ya, Mak menemani bapak yang kambuh sakitnya. Jangan pernah bosan. Maafkan saya karena tidak bisa setiap saat menemani…”

Emak hanya bilang iya dan enggak papa saya jauh juga, asal, kata emak, jangan lupa selalu doakan dia dan bapak supaya selalu sehat. Itu saja. “Iya, Mak, sama-sama mendoakan, ya…” jawab saya yang kemudian, saya terus bertanya atau mendengarkan emak bercerita itu ini selama saya tidak menelepon.

Dua hari lalu, misalnya, emak bilang bahwa si Zahrah, kambing peliharaan emak dan bapak melahirkan. “Iya, anaknya dua. Laki-laki dan perempuan. Pas hujan-hujan ngelahirkan. Jadi kambingnya sekarang ada tujuh…” ungkap emak senang. Yang saya juga ikut senang. Padahal, pas lebaran kemarin saya pulang, si Zahra itu baru saja hamil, eh tahu-tahu udah beranak saja.

Banyak yang emak ceritakan ke saya. Termasuk, “Si Mbok Arifin meninggal, Cep!” Saya langsung berucap innalillah. Lebaran kemarin, pas saya datang ke rumah si Mbok, dia masih menyalami saya dan bilang, ”Lho, ini Cecep itu, tho? Sing cilik-cilik kae. Wah…wah, saiki wes gede, tho awakmu, Cep!” begitu lontar si Mbok, yang 90% giginya sudah hilang.

“Kata Giat, pagi-pagi si Mbok ke rumah Diri. Pas udah di rumah Diri, si mbok tiba-tiba sakit kepala dan pingsan. Sebelum dibawa ke puskesmas, eh, si Mbok udah enggak ada,” emak bilang begitu tentang kronologis wafatnya si Mbok, yang kira-kira berumur 90-an. Si mbok. Si mbok. Semoga Tuhan menyayangimu.

Saya juga nanya, Mak, di sana lagi musim apa sekarang. Soalnya, dua minggu ini, Bandung sedang diserbu durian, rambutan, dan mangga. “Mak, gimana rambutan di samping rumah, udah berbuah?” Emak katakan bahwa rambutan di samping rumah buahnya masih hijau-hijau, mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi baru bisa dipanen. “Sama, yang di dekat sumur dan yang ke arah kuburan juga buahnya masih hijau. Duren mah kalau yang kita belum berbuah…”

Begitulah emak. “Mak, beras masih ada?” pancing saya ke emak, biar ada cerita lanjutan. “Wah, masih banyak. Kemarin Dadang nganter sekarung ke rumah. Alhamdulillah. Rezeki mah dari mana aja, Cep!” Syukurlah kata saya. Dadang ini adalah teman semasa SD. Dulu, saya sampai tak terhitung nyontek PR matematika ke dia. Sejak dia menikah dan punya warung di pasar, dia sering ngasih ini itu ke emak. “Ya udah, Mak, tak elok menolak…” saya bilang.

Saya selalu berpikir, mumpung emak masih ada, saya mesti lebih rajin menghubunginya via telepon. Harus dipaksakan. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, sementara emak jarang saya hubungi. Percuma saya kerja, kalau emak tidak merestui apa yang saya kerjakan!? Emak bukan ingin gaji kamu, Cep. Dia cuma hanya ingin ada teman ngobrol dan bercanda-canda.

Iya, Mak. Doakan saya supaya hati saya selalu tergerak untuk berdoa dan menghubungi emak. Ya, minimal seminggu tiga kali itu, lho. Sekali lagi, Cep, jangan kuota internet aja yang selalu kamu pikirkan. Masa buat beli pulsa yang lima ribu kamu merasa berat buat nelepon emak! Ah, dasar saya.

Iya, Mak, saya salah. Iya, Mak, saya berdosa. Maafkan saya, ya. Oke, Mak, selamat hari ibu, ya. Selamat hari emak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s