Berteman tak Perlu Jaim

IMG-20150607-WA0012Salah satu syarat kalo pengen jadi teman beneran itu, kata teman saya jangan jaim. Enggak usah malu-malu. Tak perlu segan. Kalo dirasa harus kentut sambil ngupil saat asyik ngobrol sama teman, ya kentut dan ngupilah seketika itu. Langsung cus! Tinggal brat-bret-brot!

Adakalanya jaim itu perlu, tapi sebagian besar orang lebih suka kepada orang yang jujur. Masa kepada teman saja jaim? Stop jaim mulai sekarang, apalagi sama sang kekasih, ya! Jaim hanyalah perbuatan menyiksa: selalu ingin terlihat elok di depan seseorang, padahal aslinya tak seperti itu. Atau, malu-malu tapi mau. What??

Ya sudah, tampil apa adanya sajalah. Mungkin itu lebih baik, bisa juga lebih buruk, tergantung perspektif masing-masing. Hanya seseorang yang ikhlas lah yang akan selalu bersama kalian, semenjengkelkan apa pun teman kita. Justru enggak asyik, bila yang kita anggap teman kita itu, kok enggak pernah menjengkelkan. Di mana konfliknya, coba?

Cari teman itu, ya yang bisa nyenengin, juga bisa buat kita marah. Kalau dia bisa begitu, itu baru top! Dan itu baru namanya manusia. Kalau enggak tahu caranya bagaimana membangun konflik dalam pertemanan atau hubungan asmara, tanyalah cewek. Maksud saya, belajarlah dari mereka ketimbang mencontoh cowok cara meramu konflik!

Udah, saya tidak ada kata-kata lagi untuk melanjutkan ini! Silakan beli baju lebaran yang tidak puasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s