Saya Salah Saya Kalah

Kadang-kadang saya sungkan untuk meminta maaf lebih dulu kepada seseorang—meski saya tahu saya salah. ”Bro, nantilah minta maaf sama dia. Ntar juga dia duluan, kok yang negur! Ngapain kamu duluan minta maaf!” Malah bisikan itu yang saya dapat. Di sisi lain, bisikan berbeda muncul,”Bro, cepatlah minta maaf sama dia. Enggak enak, lho didiamkan orang. Kamu, kan butuh dia. Soal dia mau memberi maaf atau tidak, itu urusan belakang!”

Keberanian untuk memulai meminta maaf—itu saya kira yang tidak mudah. Suka ada perasaan malu bila saya harus meminta maaf duluan sama orang itu. Pun ada perasaan takut—andai nanti saya sudah ngomong baik-baik minta maaf—malah dianya belum mau memaafkan, bahkan bertekad tidak ingin memaafkan saya. Dia beralasan, kesalahan saya fatal—karenanya tak ada kata maaf! Dan itu yang saya takutkan di dunia ini, selain ngidupkan kompor gas!

Sama sekali saya tidak mau cari pembenaran akan ungkapan ini,”Manusia itu tempatnya salah dan dosa”,”Tak ada manusia sempurna di dunia ini”,”Kalau kamu salah, itu wajar. Yang enggak wajar itu, kamu selalu benar!” Masalahnya—saya ini sudah tahu sesuatu itu salah bila dilakukan, eh, kok masih saja melakukannya dan tak bisa menahan atau jaga perasaan orang lain. Akhirnya apa? Akhirnya, ya teman saya itu jengkel dan marah ke saya lantaran saya melanggar perjanjian yang telah dibuat.

Dan karena perbuatan saya yang salah itu, hingga hari ini dan sejak kemarin—teman saya yang biasanya enak diajak bercanda ini—ya sikapnya berbeda dari biasanya—utamanya ke saya. Perubahan sikap teman saya itu, saya sangat sadar, itu karena ulah saya yang sebelumnya sempat mengecewakan dia. Oh, my god, saya salah. Tak pernah ada kekecewaan itu di awal, pastilah ia bereaksinya selalu di akhir. Ini yang kadang-kadang membuat saya sedih.

Saya pikir yang merasa enggak enak itu bukan hanya saya, teman saya juga—walau dia saya perkirakan berada di pihak yang benar. Bisa jadi, dia pun sempat berpikir,”Ah, kalau dia (saya) merasa salah, seharusnya dia (saya) yang minta maaf duluan! Aneh, dunk, dia (saya) yang salah, kok saya yang minta maaf duluan! Enggak adil! Mikir, dunk!” Nah, apa salah andai dia berpikir begitu? Ah, tidak!

Ketika saya ingin meneruskan menulis ini, saya iseng cek hape. “Aku gak mau sampe tiga hari, Bro kita gak saling tanya. Jadi sekarang mau gimana?” Begitu pesan via whatsapp dari teman yang udah dua hari ini mendiamkan saya. Saya akui, saya kalah cepat dari dia untuk berinisiatif mendamaikan suasana. Saya akui saya KO di satu sisi hari ini, tetapi saya gembira di sisi yang lain—karena berarti hari ini dan hari-hari berikutnya pertemanan kami kembali normal. Satu catatan: saya harus banyak belajar dari kejadian ini!

“Belum nyampe tiga hari, Bro. Tenang aja. Besoklah kita mulai normal lagi. Pastinya aku minta maaf atas segala kesalahanku, Bro, baik disengaja maupun tidak. Mudah-mudahan aku bisa lebih baik!” Itu balas saya ke teman saya—meski saya agak takut, memangnya umur saya masih ada besok, sementara saya pernah salah dan belum meminta maaf kepada orang tersebut? Tuhan, maafkan saya dan beri saya kekuatan untuk selalu meminta maaf dan memberi maaf kepada seseorang.

Pokoknya teman saya balas lagi pesan saya dan bilang,”Mutuskan silaturahmi itu dosa, Bray! Sama, aku juga minta maaf.” Ya, saya tahu saya salah, karena itu saya berdosa dan selanjutnya saya harus meminta maaf kepadanya dengan sebenar-benarnya maaf, bukan hanya di bibir, tetapi di hati. Setelah urusan dengan manusia selesai, barulah saya beraudensi dengan Tuhan yang telah menciptakan saya dan teman saya itu.

Terimakasih telah berinisiatif. Terimakasih telah mengingatkan saya. Dan terimakasih telah memaafkan saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s