Betapa Mahalnya Jeda

Saya merindukan jeda. Saya belum bisa mengambil jeda meninggalkan smartphone beberapa menit sekadar memikirkan sesuatu atau menyelesaikan bacaan yang sempat tertunda. Atau ngobrol dengan teman dengan penuh perhatian. Susah kalau tiap detiknya hati ini selalu terpaut dengan ponsel pintar . Saking pintarnya, saya dibodohin. Sebentar-sebentar cek BBM. Sedikit-sedikit whatsapp-an. Luncur ke facebook. Terbang ke twitter. Mampir ke Path. Ah! Bosan! Saya bosan! Saya butuh jeda.

Beberapa saat lalu, teman lama menggoda saya,”Daftar Line, dunk! Bisa video call. Lebih asyik!” Saya buru-buru berujar dalam hati,”Mau Line, WA, BBM, facebook, twitter, atau Path, toh temannya itu-itu juga. Cuma beda tampilannya saja. Bagiku, punya satu atau dua akun di media sosial lebih dari cukup asal digunakan maksimal dan efektif. Intinya bisa komunikasi. Enggak neko-neko.”

Saya pernah punya Line. Saya akrab dengannya kira-kira dua bulan. Saking bingung saya ini mau fokus di media sosial yang mana, maka Line saya hapus—sementara saya masih mengasuh WA, BBM, Facebook, Twitter. Eh, iya, satu lagi—Instagram. Seminggu setelah Line saya singkirkan, barulah giliran Path saya kubur. Bukan tak mahir menggunakannya, tetapi saya butuh jeda. Saya sudah puas memelototi mereka tiap detiknya.

Bila saya tak pandai mengatur mereka—justru mereka yang mengatur saya. Sejak memelihara mereka, saya tidak pernah konsentrasi melakukan sesuatu—kecuali buang angin—bahkan acap gagal—padahal—urusan itu lebih penting. Saya tak mudah bersabar untuk selalu mengontrol mereka.

Secara sadar, saya ulangi, mereka berhasil mengatur saya. Memperdaya saya. Membuat saya berlama-lama berdiam diri sembari mendaki mereka. Sehingga kedua mata ini nyaris kabur dibuatnya. Seharusnya saya yang mengatur mereka. Saya! Bukan mereka! Saya benar-benar belum bisa menjadi penggembala seperti nabi.

Smartphone benar-benar menjauhkan saya dari keintiman bersama Tuhan. Entahlah. Kenapa saya diberi penasaran, kok inginnya selalu dekat dengan benda canggih itu. Padahal, kan bisa nanti bersama kembali. Sungguh, nyaris saya telah menduakan Tuhan yang sesungguhnya. Bukannya berdoa, setelah salam kanan-kiri selepas salat, saya malah mengambil handphone. Menyentuhnya dan meluncur ke dunia lain yang mengasyikkan. Oh.

Saya banyak memerhatikan, orang yang mengobrol itu tidak lagi intim. Padahal mereka sahabat lama, teman kantor, pacar, atau bahkan calon suami/istri. Yang satu ngajak ngobrol, sementara lawan bicaranya bukan mendengarkan sembari memerhatikan, tetapi malah sibuk main hape. Jengkel, enggak? Kenapa, sih sulit sekali mengambil jeda demi menghargai orang lain?

Saya pernah menegur seorang teman gara-gara dia asyik main smartphone–nya—padahal kita berdua sedang membicarakan sesuatu yang maha penting. Saat dia curhat, saya dengarkan—meski beberapa kali tangan dan mata dia fokus ke hape. Saya biarkan. Selesai dia bicara, giliran saya menanggapi. Sebelum kalimat ketiga saya sampaikan, saya lalu ngomong,”Gue enggak bisa melanjutkan obrolan ini. Maaf, gue orang yang salah!”

Saya tidak menyalahkan smartphone-nya, apalagi saya berharap orang menghormati saya. Yang saya butuhkan adalah keseimbangan dan penghormatan terhadap jeda. Saya punya prinsip—walau mungkin prinsip saya ini jauh dari ketepatan. Kalau saya mengobrol dengan siapa saja, face to face—saya harus fokus ngobrol dan memerhatikan orang yang saya ajak ngobrol. Dan smartphone, saya simpan di saku celana atau kemeja tanpa berpikir apakah ada pesan masuk dari teman facebook, BBM, WA, atau DM. Begitu obrolan selesai, nah barulah saya menimang kembali si pintar dengan kerinduan yang memuncak!

Betapa mahalnya jeda…

One thought on “Betapa Mahalnya Jeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s