Mimpi ke Luar Negeri? Ah!

Entahlah kapan saya bisa jalan-jalan ke luar negeri. Tiap mendengar teman yang pernah bepergian ke negeri seberang, rasanya ingin sekali ke sana. Kalau sekadar ingin, saya bilang dalam hati, tiap orang juga bisa. Tapi ‘ingin’ tanpa dibarengi usaha, ya tetap sia-sia dan sampai kapan pun keinginan itu tidak akan pernah tercapai.

Benar apa yang dibilang salah satu teman kental yang kini sedang berada di Belanda, ”Ya nabung dari sekarang kalau loe pengen banget ke tempat gue! Kalau males nabung, ya sama aja gak ada artinya. Loe mah ngomong doang ah!” Ya, itu saran yang bagus walau rasanya kayak cabe rawit. Hahaha.

Seminggu lalu tiga teman kantor baru pulang dari Frankfurt, Jerman. Mereka ke sana karena tugas dari kantor menghadiri  ‘Frankfurt Internatonal Book Fair 2014’, juga sekaligus membuka stan untuk buku-buku produk penerbit di mana saya mengabdi. Ah, cerita pengalaman mereka selama di sana membuat saya bertanya, ”Kapan bisa ke sana?”

Luthfi, salah satu teman itu mengatakan, pokoknya kalau udah ke Jerman, mau ke Belanda dan negera di Eropa lainnya jaraknya dekat dan cukup gunakan satu visa saja. Wah, enaknya, ya. Pokoknya kota-kota yang ada di bumi Eropa bisa sekaligus dikunjungi kalau udah mampir di Frankfurt. Paling enak gunakan train katanya menambahkan.

Jangan mikir enaknya aja lah kalau bisa. Paling penting itu, kalau mau keliling Eropa, saya dan siapa pun mesti punya kocek yang enggak ecek-ecek, tapi memadai, Bro! Ke mana pun kota atau wilayah yang ingin kita tuju di dunia ini, tentu yang paling sangat membantu itu ya duit. Eh, niat dan duit maksudnya! Keduanya mesti bersetia.

Bukan menganggap kota atau daerah di negeri kita ini tidak/kurang elok pemandangan dan suasananya dibanding di negeri orang, lho, bukan sama sekali. Justru saya mengaku bahwa suasana nusantara ini jauh lebih membetahkan dan menyejukkan. Kenapa saya ingin sekali main ke luar negeri sementara bumi Indonesia saja belum dijelajahi semua?

Justru itu, Bro. Saya tidak harus menunggu Indonesia ini saya kelilingi dulu dari Sabang sampai Merauke baru kemudian saya ke luar negeri. Tidak! Lihat peluang dan kesempatan aja beres! Tapi sebaiknya memang harus dijadwal. Misalnya akhir bulan mau ke mana, pas natal plus tahun baru harus bisa ke keliling Asia atau Eropa, atau  setidaknya kota/daerah yang akan dikunjungi di Indonesia tidak terlupakan.

Kesempatan datang biasanya tanpa kita sangka-sangka. Dan katanya lagi, ia datang tidak dua kali. Ah, tapi itu bohong! Kesempatan bisa datang berkali-kali, kok! Cuma rasanya aja yang beda. Kesempatan pertama berkunjung ke suatu daerah, misalnya, itu kesannya akan berbeda dengan kesempatan kedua dan seterusnya di tempat yang sama.

Kapan saya dapat kesempatan yang tak diduga pergi ke luar negeri dan gratis? Ah, mimpi saya! Bisa aja, sih kalau saya ini karyawan berprestasi. Hahaha. Bisa jadi saya ke Frankfurt tahun depan, seperti tiga rekan-rekan kantor tadi guna menghadiri pameran buku internasional. Atau pameran buku di Iran yang sebentar lagi digelar. Bisa jadi, kan? Bisa aja, tapi rasanya belum mungkin. Belum mungkin! Saya sadar!

“Udahlah! Jangan banyak omong, loe, San! Nabung dari sekarang kalau mau keliling Eropa atau ke Belanda!” ucap teman baik saya yang kini tinggal di Kota Enschede, kota paling timur di Belanda atau 160 KM dari Amsterdam—yang kalau enggak salah dia sedang berkuliah di Universitas Twente. Ah, Loe!

Iklan

One thought on “Mimpi ke Luar Negeri? Ah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s