Kabar Sore dari Loket Bus

Kau bisa menilai, apakah ini kabar buruk atau bukan. Barusan, saya menerima telepon. Nomor yang saya tidak kenal. Nomor AS. Saya angkat dengan perasaan kurang menggembirakan. Mungkin sebuah firasat.

“Ini dengan Bapak Cecep?” Suara perempuan, tampaknya masih muda–tapi saya tidak tahu, dia masih lajang, telah bersuami atau janda.

“Ya, betul. Ini Cecep. Ini sama siapa, ya?” Balas saya.

“Besok keberangkatan diundur, Pak Cecep. Jadinya jam 12 siang dari loket.” Jawab di ujung telepon, entah siapa namanya. Saya langsung ingat, oh, ini pasti telepon dari loket SAN.

“Bener, nih diundur, Mbak? Kok bisa, ya? Jam 12 apa jadi berangkatnya?”

“Iya diundur, Bapak Cecep. Bus kami ada sedikit kerusakan. Pokoknya Bapak besok harus udah ada di loket sebelum jam 12 siang. Oke, Pak, ya?”

“Ya udah, deh, Mbak kalo kayak gitu. Mau gimana lagi…” Kau tahu, kalau kau analisis apa yang saya katakan ke si mbak yang nelepon saya, itu pertanda pasrah atau kecewa? Hanya saya yang tahu. Dan, kau hanya bisa menebak saja.

Kalau begitu, saya sampai ke Kota Bengkulu tampaknya saat magrib atau bisa lebih, bahkan kalau antrian kapal di Merak lancar, waktu asar saya sudah tiba di kota berjuluk Bumi Rafflesia itu. Ah, tapi tengok saja besok lah. Saya enggak tahu, kejutan apa lagi yang akan saya temui. Tak ada yang saya lakukan selain mengikuti alur. Cukup.

Saya tidak bisa terus mengomel atau marah dengan keterlambatan bus yang akan mengantarkan saya ke kampung halaman. Ini di luar dugaan. Pihak loket bus juga saya kira tidak mau hal ini terjadi. Mereka inginnya bus harus berangkat tepat waktu dan tidak ada kata telat, kecuali ya seperti yang sedang dialami ini.

Saya hanya berdoa semoga perbaikan bus bisa segera kelar dan bisa berangkat sesuai dengan yang dijanjikan pihak loket sebagaimana pemberitahuan lewat telepon ke saya barusan. Padahal, biasanya, jam 12 siang itu bus telah sampai di Jakarta atau sedang beristirahat sejenak di loket Jakarta sembari menaikkan penumpang.

Saya kira para penumpang lain, begitu mendengar kabar bus SAN ini diundur keberangkatannya, pastilah kecewa, marah, mengumpat, bahkan mungkin saja ada yang membatalkan dan pindah ke bus lain atau malah pesan pesawat saja–walau harga kendaraan udara tidaklah murah.

Okelah!!! Gimana besok saja–walau makanan para penumpang lain busuk..hahaha

One thought on “Kabar Sore dari Loket Bus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s