Tak Cukup Doa Buat Palestina

Gambar diambil dari: www.alsofwa.com

Gambar diambil dari: http://www.alsofwa.com

Ramai-ramai mata dan hati kita tertuju kepada Palestina beberapa hari terakhir ini. Ini barangkali sebentuk rasa simpati kita terhadap korban meninggal dunia karena tank-tank Israel yang kurang ajar itu telah menghabisi nyawa orang tak bersalah. Hati jadi teriris tatkala yang jadi korban adalah kebanyakan anak-anak. Sekali lagi, fuck you tentara Israel!

Saya pikir, untuk bersimpati terhadap para korban keganasan Israel tak cukup hanya mengantarkan doa. Mereka itu saat ini butuh bantuan, tak sekadar doa, tapi bantuan berbentuk materil lah setidak-tidaknya. Maka perlu barangkali penggalangan dana yang masif buat para keluarga korban di sana, di jalur Gaza. Bukan berarti doa enggak boleh, lho. Boleh-boleh saja. Tapi, itu belum cukup. Mengutuk saja, misalnya di media sosial kebiadaban Israel, ah itu rasanya tidaklah cukup!

Yang perlu dilakukan oleh kita, kalau kita memang benar-benar sayang sama orang Palestina adalah tindakan nyata. Saya ulangi lagi, tak cukup kita berkoar-koar di medsos, sementara uang recehan pun tak keluar dari dompet kita. Mungkin kita bingung, mau nitip sama siapa duit itu? Tenanglah. Bakal ada lembaga/organisasi yang akan menghimpun dana kelak oleh orang yang tepercaya dan langsung diserahkan ke perwakilan di Palestina.

Saatnya berhenti berkicau, menulis status, misalnya,”Let’s pray for Gaza atau Palestina!”, kalau kita tak ada tindakan nyata. Memang tidak ada yang larang kita untuk nulis begitu di media sosial. Tapi, sekali lagi, sangat percuma kalau sekadar itu OMDO (omongan doang) di dunia maya, tak teraplikasi di dunia nyata. Ingat, orang Palestina tak butuh kita menulis status seperti itu atau caci maki Israel. Lebih baik talk less do more!

Silakan caci maki dan benci kepada tentara Israel karena mereka yang telah menyebabkan orang-orang Palestina mati sebelum waktunya barangkali. Namun, caci maki saja tidak cukup, apalagi curahannya didedahkan di media sosial. Saya pikir, kalau hanya seperti itu yang kita lakukan, sungguh tak berefek dan Israel tambah ngamuk. Lalu, apa yang tepat kita lakukan? Kalau sanggup bantu mereka langsung ke tanah Palestina, dan kita enggak takut mati, ya mungkin silakan. Kalau sekiranya takut mati, ya enggak perlu ke sana, cukup bantu dengan materil saja.

Ayo, bagi kita yang duitnya lebih, mari saatnya merogoh dompet buat saudara-saudara kita di Palestina–kalau kita memang menganggap mereka saudara. Minimal, duit yang kita sumbangkan itu, ya buat bantu beli obat, makanan, pakaian, dan kebutuhan lain. Baru, setelah kita bantu mereka dengan materil, tentu apa lagi yang kita lakukan selain doa buat mereka. Siapa tahu, kalau kata kawan saya, doa orang Indonesialah yang akan terkabul–mengingat ini tepat dengan bulan puasa.

Oke, give them money first than doa! Dan, saatnya bertindak, bukan malah ngoceh di media sosial–alih-alih supaya Anda dianggap orang yang paling bersimpati sama orang Palestina. Tetapi, mudah-mudahan, walau kita sering ngoceh di medsos soal Pray for Gaza, itu menggerakkan hati kita untuk merogoh sebagian kocek dari dompet kita!

One thought on “Tak Cukup Doa Buat Palestina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s