Keputusan

Gambar diambil dari:erky1892.blogspot.com

Gambar diambil dari: erky1892.blogspot.com

Begini, kalau saya tak ada keberanian untuk membuat keputusan, maka saya tidak akan pernah mendapatkan pengalaman. Bukan berarti yang tak pernah membuat keputusan tak dapat pengalaman. Tetapi pengalaman orang yang pernah membuat keputusan, setidaknya lebih bermakna hidupnya dibanding pengalaman orang yang sama sekali tak membuat keputusan.

Saya kemarin sore memutuskan untuk menerobos guyuran hujan. Walau saya tahu sebetulnya tindakan saya itu kurang baik, minimal bagi kesehatan. Setidak-tidaknya pakaian yang saya kenakan bakal basah berikut tas yang saya gendong. Sebagian orang pasti akan mengecap bahwa yang saya lakukan adalah tindakan semberono bahkan konyol karena tidak sabar menunggu sampai hujan reda.

Biarkan kalau memang ada orang yang berkomentar demikian. Itu hak mereka. Karena ciptaan Tuhan bernama manusia itu punya mulut, jadi wajib buka mulut, bebas mau ngomong apa, yang penting ada alasan jelas. Enggak beralasan jelas pun, rasanya saya tak perlu melarang-larang orang berkicau, apalagi objek yang mereka bicarakan adalah saya.

Apalagi, saya senang jadi bahan pembicaraan, lebih-lebih yang diperbincangkan adalah semua borok saya. Justru saya kurang suka kalau ada orang yang membicarakan kebaikan/kehebatan saya. Lho, kok? Saya pikir tak ada pertanyaan, ya. Tapi, saya hanya ingin katakan, saya akan jadi orang tinggi hati alias sombong kalau ada manusia yang coba memuji saya ini itu. Bukan karena saya tidak dipuji lantas saya tidak sombong, lho? Intinya, saya berbohong kalau saya tidak pernah sombong terhadap siapa pun. Oke?

Saya baca buku hari ini. Kebetulan, entah di halaman berapa, ada kata-kata yang ada hubungannya dengan tema yang sedang saya bahas. Soal membuat keputusan. Begini katanya,Keberanian adalah kemampuan untuk bertindak dengan pantas, meskipun kita sedang dilanda ketakutan luar biasa.”

Nah, sebelum saya memutuskan untuk berlari menerobos rinai hujan, sebetulnya ada rasa takut di dalam diri saya. Takut sakit demam lah, baju dan celana basah lah, dan ketakutan-ketakutan lainnya. Yang paling ditakutkan dari ketakutan itu adalah, ketika saya berlari/berjalan santai sementara hujan terus mengguyur, eh ada petir! Tapi, saya berani tak hiraukan itu semua demi kosan yang telah menunggu kedatangan saya.

Keputusan dan memilih ibarat langit dan bumi. Dua mata uang. Yang mau tidak mau, suka tidak suka, keduanya mesti ada dalam kehidupan saya. Dan saya pun menulis hari ini—itu juga karena sebuah keputusan final—walau sebenarnya—hari ini saya tidak sedang mood untuk menulis. Namun, karena saya memiliki keberanian, maka jadilah tulisan sederhana ini mengudara di sini.

Selamat memutuskan dan memilih!

6 thoughts on “Keputusan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s