Mau Didengarkan Tak Mau Mendengarkan

Gambar diambil dari:edukasi.kompasiana.com

Gambar diambil dari: edukasi.kompasiana.com

 “Aku gak mungkin ngincer cewek lain kalau aku gak putus sama cewekku. Aku cowok setia, Bro!”

Namanya Arma. Sudah hampir sebulan ini dia putus dengan pacarnya yang sekaligus tunangannya. Awalnya, teman saya itu bungkam ihwal kenapa sampai putus di tengah jalan—padahal cincin tunangan telah bertengger pada jari manis sang perempuan pujaannya. Setelah didesak dengan pendekatan personal—pria berkacamata itu akhirnya buka-bukaan juga.

“Sehabis kita pulang kerja, pasti si dia banyak cerita soal apa aja. Mau tentang kantornya, dirinya, keluarganya, dan apapun pasti diceritakan. Intinya curhat gitu. Dan aku berusaha jadi pendengar yang setia. Tapi, giliran aku mau curhat, eh, dia kayaknya kurang respon dan seperti gak suka kalo aku curhat. Dia maunya didengarkan, tapi kurang mau mendengarkan!” lontar kawan saya .

Jujur saja, saat tahu teman saya itu putus dari kekasihnya, saya jadi sedih dan terharu, bahkan saya nyaris tak punya semangat untuk meneruskan menjalin hubungan (emang gue punya pacar?). Sebab, selama ini—kawan saya itu yang menjadi penyemangat sekalian inspirasi saya—apalagi, rencananya pertengahan tahun depan mereka akan menikah. Apakah ini yang disebut  jodoh itu misteri?

Menjalin hubungan dengan orang—mau apa pun status hubungannya, bila tak saling menguntungkan, untuk apa diteruskan? Toh masih banyak orang yang bisa diajak kerjasama, tinimbang mempertahankan seseorang yang hanya akan bikin bete alias membuat tensi emosi meninggi di salah satu pihak. Untungnya, teman saya ini termasuk orang yang sabar menghadapi sikap menyebalkan patner spesialnya. Gimana tidak sabar, hubungan mereka bertahan satu tahun, lho!

Terus, gimana mau dijadikan istri kalau masih pacaran saja—salah satu pihak kepengertiannya sudah hilang, sikap egois didahulukan, dan tidak bisa membedakan mana masalah pribadi mana masalah orang lain. Memang tidak ada yang ideal dari dua orang yang pacaran maupun antara suami-istri. Minimal, ya harus ada keseimbangan saling mendengarkan masalah masing-masing, jangan saling mendominasi.

Dampaknya memang bahaya bagi siapa saja yang tak pandai mendengarkan. Ini baru lingkup sang pacar, belum merambah ke yang lebih besar, lho. Baik cewek maupun cowok, kalau tidak peka dengan kebutuhan saudaranya, pasangannya, yakinlah, hubungannya sulit untuk langgeng dalam waktu yang lama. Istilah lain, kalian hanya membangun komunikasi yang amburadul, bukan komunikasi yang membahagiakan.

Siapa yang tidak capek menghadapi orang yang susah mengerti dengan kita. Dia ingin selalu dimengerti, tetapi tak mau mengerti. Mau dibicarakan, tak mau membicarakan. Ha? Makanya, kawan saya itu bilang,”Ya udah, kamu capek sama aku, aku pun begitu. Moga dapat yang lebih baik!”

Saya hanya mengambil satu saja dari teman saya ini: soal enggan mendengarkan. Padahal, menurut cerita teman saya itu, ada hal lain yang membuat ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan si dia. Tapi, yang paling dominan yang membuat hubungan mereka putus adalah, si cewek terlalu egois, selalu mementingkan dirinya.

Makanya, beberapa hari terakhir ini, teman saya itu sedang mendekati cewek sekantor—yang kebetulan karyawan baru. Dia bilang ke saya,”Aku gak mungkin ngincer cewek lain kalau aku gak putus sama cewekku. Aku cowok setia, Bro!”

Iklan

18 thoughts on “Mau Didengarkan Tak Mau Mendengarkan

  1. ada yang bilang kadang cewek itu cuma mau denger pendapatnya sendiri tapi dengan suara orang lain. alias kita sebagai cowok harus selalu setuju sama pendapat doi. wakaka

  2. iya kadang kita juga sering hanya mengagumi org yang menasehati/berbicara ke seseorang (krn terkesan banyak kata petuah/bijak yg keluar dari bicaranya), padahal sebenarnya menjadi org yg dinasehati itu jg ga gampang ya san..krn untuk mendengarkan itu bukan hal yang gampang..#apaanSihGueGajelas 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s