Menulis? La Raiba Fih

Gambar didonlod dari: www.afterthediploma.com

Gambar didonlod dari: http://www.afterthediploma.com

Entah sudah berapa hari saya tidak menulis di gubuk maya nan sederhana ini. Saya tidak mau menghitungnya. Semakin saya menghitung-hitung berapa hari saya tidak menulis—itu semakin membuat saya malas menulis. Suer, deh! Saat ini saja, sebetulnya saya sangat tidak mood untuk menulis. Tetapi, hidayah Tuhan siapa yang tahu, ya. Akhirnya, walau terpaksa—saya menulis juga.

Bila saya menyebutkan alasan kenapa saya sampai tidak sempat menulis beberapa hari ini—sebetulnya, itu sangatlah sulit diterima—utamanya oleh saya. Kenapa? Siapa pun orangnya, terrmasuk saya tak jarang akan mengatakan perihal kenapa tidak menulis, seperti, ”Saya sibuk dengan pekerjaan kantor, belum ada ide, atau nantilah nulis, toh gak ada manfaatnya!”

Alasan-alasan yang coba saya kemukakan tadi, sesungguhnya saya bosan mendengarnya. Saking bosannya—saya bahkan, maksud saya pikiran saya selalu bilang, ”Berhentilah menulis sekarang! Memangnya ada perubahan positif terhadap diri kamu dengan terus menulis kayak gitu. Lagian, orang-orang itu gak akan baca tulisan kamu. Dibaca iya, tapi judulnya saja. Kan, percuma!”

Pikiran-pikiran semacam itu—yang bergelimang di pusaran otak, ternyata tidak membuat saya menghentikan aktivitas yang saya cintai selama 5 tahun terakhir ini: menulis apa adanya dan apa adanya tetap menulis! Dengan lain kata, saya juga tidak berhak memasung jalan pikiran saya mau ke mana. Silakan berpikir semampu otak saya berpikir. Silakan berhenti berpikir semampu otak saya menghentikan alur pikiran.

Cukup lima paragraf saja tulisan saya kali ini. Bukan keterbatasan bahan tulisan sehingga saya menutup tulisan ini, tetapi saya memang benar-benar tidak sedang bergairah menulis—setidak-tidaknya untuk akhir bulan ini. Saya amat sadar sesadar-sadarnya, bahwa kalau melihat grafik pada dasbord wordpress saya, grafiknya naik-turun—tetapi lumayan signifikan, walau saya tidak pernah menghitung seberapa banyak saya telah menulis, tetapi seberapa konsisten saya menulis. Titik. Wasalam. Selamat menyambut bulan Maret saudara! Sekali lagi, jangan ragu untuk menulis!

Iklan

4 thoughts on “Menulis? La Raiba Fih

  1. Salam kenal Mas Hasan. 🙂
    Memahami banget gimana rasanya ini. Sampe sekarang pun masih mikir juga hal yang sama. Cuman yasutralah ya. Kalo lagi pengen ya nulis kalo enggak ya sudah.. Hehehehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s