Umrah

Gambar didownload dari: www.gshtour.com

Gambar didownload dari: http://www.gshtour.com

Sebelum pulang ke kosan, ada baiknya saya menulis dulu. Mau menulis apa, itu saya juga tidak tahu. Yang penting, apa yang melintas di pikiran—langsung saja saya tuangkan di sini seadanya yang saya ketahui dan saya ingini.

O, iya. Hari ini apak dan rombongan bertolak ke Arab Saudi dengan tujuan umrah. Sudah sejak semalam, selepas isya saya menelepon apak menanyakan gimana persiapan keberangkatannya.

Juga bilang, bahwa saya benar-benar mohon maaf tidak bisa hadir ke Bengkulu untuk sekadar mengantar apak sampai bandara Fatmawati melepas keberangkatan menuju bandara Cengkareng, Soekarno-Hatta untuk kemudian terbang ke tanah Arab.

Apak, tadi malam hanya bilang, segala perbekalan untuk dibawa selama menjalani umrah sudah siap semuanya, termasuk membawa catatan titipan doa dari anak-anaknya, termasuk saya di selembar kertas.

Tujuannya, ya supaya tidak lupa, bahwa saudara dan anak-anaknya nitip doa dan berharap supaya apak mendoakan apa yang diminta di tempat-tempat terkabulnya doa di tanah haram tersebut.

Selain itu, apak juga bawa abon, kecap, roti tawar, dan makanan persiapan buat selama perjalanan di pesawat. Kenapa mesti kecap, karena beberapa bulan ini apak tidak lagi selera makan dengan lauk yang lain kecuali kecap dan garam. Entah kenapa.

Makanya, kecap mesti dibawa ke tanah Arab sebagai teman nasi—kalau memang nanti panitia mempersiapan nasi bungkus di sana. Kalau abon, ya itu untuk persiapan saja, kalau-kalau bosan dengan kecap, kan abon ada.

Saya katakan ke apak, siapa yang akan nganter apak sampai bandara Fatmawati. Dia bilang emak, teteh, aa, dan barangkali keponakan saya yang lain. Tapi, rasanya tidak, karena semua keponakan pasti sekolah, kecuali, Opik, anak bungsu teteh.

Saya juga bilang, kalau Oman, adik saya yang sekarang sedang mengadu nasib di Jakarta bakal ke Bandara Soekarno-Hatta menemui apak dulu sesaat sebelum apak take off ke Makkah menggunakan Saudi Arabia Air Lines.

Apak hanya pesan ke saya, tolong doakan saja apak semoga diberi kesehatan, kelancaran, dan kemudahan selama menjalani rangkaian ibadah umrah di tanah suci. Saya bilang, tenang saja dan saya katakan saya siap mendoakan!

Pas menelepon apak itu, bahwa apak akan berangkat dari Bandara Soetta menuju Jeddah tepat pukul 16.00. Pokoknya sekitar 9 jam-an lah apak dan rombongan berada di udara. Lancar…lancar…lancar.

Dan, tanggal 1 Maret, apak akan sampai ke Kota Bengkulu sebelum asar. Kebetulan, tanggal segitu—saya berada di Bumi Rafflesia itu, mudah-mudahan bila tak ada halangan.

8 thoughts on “Umrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s