Dua Dosen Tanah yang Kembali ke Tanah

Ini masih seputar kematian. Tetapi kali ini infonya dari seorang kawan-yang masih menjalani masa-masa skripsi di Universitas Bengkulu (Unib). Status facebooknya sebetulnya yang menyuruh kedua bola mata terus memelototinya siang hari ini.

Apa isi status media sosial hasil kreasi Mark Elliot Zuckerberg milik kawan saya itu? “Innalillahiwainnailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah dosen kita bu Yen Efriyeni dan pak Syamsu S Nur Muin (dosen ilmu tanah). Semoga amal ibadah keduanya diterima di sisi-Nya. Aamiiin dan keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan. Sedih,” tulisnya.

Saya ikut berkomentar di bawah status yang ditulisnya itu, “Sakit?” Tak lama, Fitra-nama teman saya itu dengan cepat langsung menjawab, Ibu tuh skit kak, tpi msih kampuus mren tuuh…nah kto org2 mren tuuh, ibu tuh jtuh d lab… d bwak smo dosen2… yg bwak mobil tuuh dosen tanah yg cow.. smpe rmh skit bayangkara, bpak dosen yg bwak mobil tuh keluar dri mobil, jtuuuh ninggal jgo!”

Jleb! Dalam hitungan menit, dua dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Unib wafat. Saya tidak menyangka kejadiannya bisa seperti itu. Yang mengantar ibu Yen ke rumah sakit, dalam hal ini pak Syamsu-sekaligus yang menjadi supir malah ikut pula menyusul ibu Yen ke pangkuan-Nya. Sekali lagi, innalillahiwainnailaihirajiun.

Ini kian meyakinkan saya. Pada saat menyusuri akun facebook, saya sempat pula mambaca status facebook seorang kawan-dia ini kakak kelas saya ketika di SMA dulu. Sama, memberitahukan tentang duka yang berasal dari kedua dosen tersebut. Apa tulisnya?

“Innalilahi wainna ilaihi raajiun. Siang tadi keluarga besar Unib berduka atas meninggalnya 2 orang dosennya.. yang hanya berjarak sekitar 15 menit. Sapa sangka yang mengantar almarhumah ke rumah sakit justru turut menjadi almarhum di parkiran rs. Bhayangkara.. tanpa sebab yg jelas kecuali takdirnya. Pesan buat yg masih idup.”

Fitra, kawan saya itu merasa menyesal dan barangkali sedih mendengar kabar dosen yang sekaligus menjadi pembimbingnya itu meninggal. Itu tampak di status selanjutnya, Baru kmren di lab ilmu tanah bertemu dan bebicara dngan 2 dosen itu, skrg mrk sdah prgi.” Sabar Fitra, skenario Tuhan siapa yang tahu.

Saya lalu chattingan dengan mahasiswi Jurusan Pertanian itu, masih di akun facebook. “Kira-kira berapa umur kedua dosen itu, Fit?” Fitra kemudian mengetik, “Sekitar 50-an lah, Kak!” Saya tak melanjutkan lagi chattingan dengannya karena waktu istirahat siang di kantor saya sudah “TENG”.

saya memang tidak kenal dengan kedua dosen itu, tetapi saya hanya mau katakan dan mungkin juga sebuah pertanyaan, “Berapa orangkah di dunia ini yang melepaskan nyawanya per-jam, detik, menit, ya? Apakah berbanding dengan kelahiran? Tak tahulah aku!”

Apapun yang menjadi penyebab kematian terhadap dua dosen Unib tersebut, saya hanya memohon supaya Tuhan mengampuni segala kesalahannya (jika ada). Mudah-mudahan pengabdiannya selama ini di kampus bergengsi di Kota Bengkulu, itu menjadi bekalnya di akhirat.

 Allahumagfirlahuma…

6 thoughts on “Dua Dosen Tanah yang Kembali ke Tanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s