Mahluk Penunggu Kantor

Gambar diambil dari: www.kabar17.com

Gambar diambil dari: http://www.kabar17.com

Mbak Moni, teman satu kantor saya bercerita kalau dia sudah beberapa kali diganggu mahluk halus, baik saat lembur maupun saat kerja biasa. “Pas datang pagi-pagi, lagi makan mie, aku kan nonton tivi. Eh, tiba-tiba si channel tivi berpindah sendiri. Waduh…”

Iwan, juga teman satu kantor-beberapa hari lalu juga pernah diisengin sama “penunggu” kantor kami. Awalnya, dia ini enggak percaya. Tetapi, “Cing sumpah na ge, pas saya lembur malam Jumat kemarin, ada suara bayi nangis di lantai 3. Jam 12 malam, lagi.”

Lelaki berkacamata ini, pada mulanya hanya berpikir, mungkin suara tangisan bayi itu berasal dari rumah tetangga. Padahal, kalau diingat-ingat, ucap Iwan-di sebelah kantor kami, baik di kanan maupun di kirinya, kan enggak ada rumah penduduk, tetapi semuanya perkantoran.

Saat bercerita begitu ke saya, saya balik tanya, “Pas denger begitu, emang Iwan enggak langsung periksa ke lantai 3?” Soalnya, saya pikir, dia ini pria ting-ting pemberani dan, rasanya enggak percaya dengan hal-hal yang demikian. “Wah, mana berani, atuh!”

Teman sekantor juga, Teh Dwi namanya. Pas saya tanya, apakah dirinya pernah mengalami seperti yang dialami Mbak Moni atau Iwan selama menjadi karyawan di kantor itu, Teteh ini hanya menjawab, “Kalau merasakan gitu, sih belum. Tapi, biasanya, yang suka diganggu itu-mereka yang sering facebookan atau main-main kalo sedang kerja.”

Wah, beneran aja, Teh? “Iya, kalau yang kerjanya serius, enggak bakalan diganggu, kok. Mereka (para genderuwo, dedemit, mahluk halus) itu memang selalu iseng atau ganggu ke karyawan yang sering chattingan atau facebookan,” tambah wanita berjilbab ini.

Eh, ini ceritanya baru. Tadi pagi, sesaat setelah kami doa bersama, Iwan tiba-tiba mendatangi meja saya. Kirain mau apa. Tak tahunya, eh, dia malah nyerocos, “Pas kemarin sore, udah habis main futsal, kan saya mau solat di ruang miting. Mau idupin lampu, eh, enggak idup-idup dicoba beberapa kali,” ngos-ngosan dia cerita ke saya.

Kata Iwan lagi, “Saya coba lagi, eh enggak bisa juga. Aku aneh, kenapa ini enggak bisa. Ya udah, aku terusin aja solat di sana dan selesai, lampu belum hidup juga. Aku pun keluar dari ruang yang buat sial itu. Mulai ngeri-ngeri aku setelah itu.”

Tetapi, ungkap alumnus Sastra Indonesia Unpad ini, “Anehnya, pas Mang Khomey masuk ruangan itu mau solat, eh, si lampu hidup lagi. Bener ini mah! Ada sesuatu di ruang ini,” begitu katanya memercayai kalau kantor kami memang ada penunggu setia yang suka iseng.

47 thoughts on “Mahluk Penunggu Kantor

  1. Jadi inget jaman nge-lab skripsi. Siang-siang hari Sabtu, kampus sepi nggak ada perkuliahan. Saya berdua aja ma temen. Kebetulan penjaga Lab lagi pergi. Pas asyik mengamati mencit-mencit, di kamar mandi ada yang mandi. Saya ma temen mikirnya itu mas penjaga Lab. Saya panggil-panggil lah mas-nya. Nggak ada siapa-siapa. Langsung kita turun lari dari lantai 4 ke bawah nyari orang. Untung di bawah ada pak satpam yang mau nemenin, soalnya belom selesai nge-lab nya. Hiiiiiiiiiii…. pak satpam periksa kamar mandi kering-kering aja.

  2. Kalo di kantor saya memang benar2 ada penunggunya mas. Dan hampir semuanya pernah melihat, bahkan berinteraksi. Hiiiihhh….. Kadang pas kita masuk gerbang dia senyum menyapa. Kadang pas pintu kantor masih terkunci dia yg mbukain. Kadang kalo ada orang yg mencurigakan dia yang mengawasi. Dialah…….security πŸ˜€

  3. Waktu masih kerja di Jakarta, ruangan kantorku katanya ada penunggunya juga. Sekalinya harus lembur sendirian (padahal baru jam 9 malem), suasana mulai ga enak, tapi untungnya office boy kantorku masuk, doi emang ‘tau’ kayanya jadi kalo ada yang lagi lembur sendirian pasti selalu ditemenin πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s