Maaf, Ding!

Adik saya (kedua dari kiri) bersama teman-temannya pra-wisuda.

Adik saya (kedua dari kiri) bersama teman-temannya pra-wisuda.

Nyatanya memang saya benar-benar tidak jadi pulang ke kampung halaman, Bengkulu, tanggal 18 Desember 2013 (besok). Nyatanya lagi, saya betul-betul menyesal tidak bisa hadir di acara wisuda adik saya. Selain alasan karena jadwal pekerjaan kantor yang disengaja saya padat-padatkan, juga bertepatan dengan 22 Desember 2013 mendatang, kami, semua karyawan kantor akan mengadakan Family Gathering ke Taman Safari, Bogor. Mau tidak mau, sebagai karyawan pemula saya harus mengikuti acara tersebut yang biasa diadakan setahun sekali ini.

Sekali lagi, kepada adik saya, mohon dimaafkan atas ketidaknyamanan sementara ini. walau begitu, rasanya ketidakhadiran saya pada wisudamu itu, semoga tak mengurangi segalanya: acaranya lancar dan kamu bahagia. Satu lagi, semoga kamu, kalau memang minat cari kerja, ya mudah-mudahan cepet dapat yang sesuai dan yang kamu impikan, ya. Itung-itung cari kesibukan gitu, Bro. Sebab sibuk itu, kata orang-orang yang mengaku suka menyibukkan diri-katanya mengasyikkan, lho. Saya harap kamu jangan percaya omongan kakakmu yang baik ini sebelum mencobanya, ya.

Ini lagi. Ada yang bilang, kalau adik saya lebih keren dari saya, sekali lagi, itu PITNAH!

Ini lagi. Ada yang bilang, kalau adik saya lebih keren dari saya, sekali lagi, itu PITNAH!

Tenang lah, Bro. Lagian, meski kakakmu enggak datang ke acara wisudamu, ya, kan Aa Harun dan Mbak Ocha baru datang dari Belitung? Sudah kamu jemput, kan ke Bandara Fatmawati hari ini? Semoga saja, kedatangan mereka, itu mewakili kakakmu yang di Bandung ini. Apalagi, emak dan apak, kan juga sudah pada datang ke rumah teteh atau aa di Prapto. Katanya lagi, pas emak menelepon kemarin subuh, emak dan apak dari Putri Hijau (rumah) juga bawa makanan: wajit, papais, ikan emas/mujair, dan penganan ringan lain. Kalau kakakmu ini ke Bengkulu, wah, mungkin ikut mencicipi makanan buatan emak kita itu, ya.

Yang paling disesalkan lagi itu, hai adikku, sebetulnya kalau kakakmu ini bisa ke Bengkulu hari ini atau besok, ya mau sekalian nengok Kak Ton yang sedang sakit. Kata teteh dan juga katamu, bukannya parah sakitnya? Bahkan, kamu bilang pas main ke rumah teteh, K Ton enggak bisa jalan, ia hanya terkulai di ranjang. Saya bilang, doakan sajalah, usaha ke medis udah, Tuhan lagi lah Maha Penyembuh. Kamu bilang lagi, bahwa kaki Kak Ton itu, ya karena diserang semacam diabetes, kakinya melepuh. Masyaallah. Ya, mudah-mudahan lah teteh dan anak-anaknya diberi kekuatan menerima kenyataan ini.

Itu sama si kembar (Fitra-Fitri). Bingung, yang mana Fitra, mana Fitri.

Itu sama si kembar (Fitra-Fitri). Bingung, yang mana Fitra, mana Fitri.

Kalau gitu, ya mungkin kakakmu ini akan datang ke Bengkulu sebelum lonceng pergantian tahun. Doakan saja, kali ini rencana kakakmu ini terlaksana dan dimudahkan segalanya. Eh, kalau Aa Aep dan Mbak Rohmah di Muko-muko, katanya mereka mau liat wisuda kamu, enggak? Mudah-mudahan, mereka bisa, ya. Ya, itung-itung pengganti kakakmu ini yang enggak bisa hadir. Lagian biar rame gitu, Bro. Ya udah, deh, Bro, cukup sekian dulu dari kakakmu ini. Sekali lagi, rencana memang tinggal rencana, Dik, tapi mudah-mudahan kamu memaklumi alasan kakakmu ini enggak bisa hadir di acara wisudamu. Selamat, ya. Salam buat semuanya.

Iklan

16 thoughts on “Maaf, Ding!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s