Tuhan, Jangan Luluskan Aku Jadi PNS

 “Tapi salah banget nggak sih kalo aku berharap supaya nggak lulus tes (CPNS) aja? Aku nggak mau jd PNS. beneran!”

Awalnya, saya pikir, orang ini aneh, kok dia berdoa supaya enggak lulus jadi PNS. Padahal, teman saya ini beberapa minggu lalu ikutan tes CPNS di kotanya, Timur Indonesia. Saya belum tahu pastinya kenapa, sarjana pendidikan bahasa Inggris itu sampai mengatakan seperti itu. Saya yakin, dia mengatakan yang demikian, itu bukan secara tiba-tiba, dan mesti ada musababnya. Nah, soal musababnya ini, yang masih saya pertanyakan. Kenapa pula saya rela membahas tentang ucapan kawan saya ini? Entahlah. Saya merasa, ini inspirasi saya buat menulis di sore ini, di tengah kebuntuan yang kian menggejala.

Semua orang tahu, bahwa menjadi PNS adalah pekerjaan paling dicari di Indonesia. Karena alasan inilah, saya mempertanyakan ke teman, yang juga blogger itu sampai tega melontarkan, bahwa dia berdoa-walau pengumumuan hasil tes CPNS belum diumumkan, mudah-mudahan dirinya tidak lulus CPNS. Ini gila, kata saya seketika, walau saya tidak berani mengatakan langsung kepadanya. Saya hanya bilang, setiap pilihan itu tidak ada yang salah. Yang salah itu, ucap saya-mereka yang tak berani memilih di antara dua pilihan.

Waduh. Saya pun, sebenarnya tidak serta merta memarahi kawan akrab saya di dunia maya itu, tersebab telah mengatakan sesuatu di luar jalur mainstream. Apalagi, selama ini-jalur mainstream adalah jalan satu-satunya untuk meraih kebahagiaan, bahkan paling dianggap wilayah yang paling benar, walau-secara pribadi saya tidak selalu mengagungkan mainstream. Walau demikian, saya amat salut sesalut-salutya kepada orang yang sanggup berpikir dan bertindak di luar jalur kebiasaan, walau harus juga menerima segala konsekuensinya.

Saya belum tahu, apa konsekuensi yang akan didapatkan/diterima oleh kawan saya yang satu ini-yang berani berharap, “Mudah-mudahan saya tidak lulus tes CPNS!” Utamanya, barangkali dari orang-orang terdekat: kedua orangtua, kakak, adik, ponakan, tetangga, teman kuliah yang juga sama-sama ikut tes CPNS, pacar, dan semua lingkungan yang pernah ia sambangi. Pastilah, kalau orang tahu dia ini berharap tidak lulus tes CPNS, pendapat pun akan beragam. Tapi, tampaknya perlu diingat, bahwa ada salah satu instansi pemerintah yang mengultimatum, bahwa bila orang bersangkutan itu lulus tes dan mengundurkan diri, maka terkena denda yang tak sedikit, lho. Sampai puluhan juta kalau tak salah.

Semuanya memang, siapapun orangnya harus memikirkan  matang-matang sebelum bertindak. Jangan sampai, kata orang-kalau salah bertindak ataupun berbicara, maka bisa fatal akibatnya. Mungkin saja, kawan saya ini-dulu, daftar CPNS karena ikut-ikutan teman, gengsi, atau tak sadar, bahwa ia ikut daftar tes CPNS. Atau, barangkali-ini sering, karena dipaksa orangtuanya, yang kebetulan-mereka juga PNS. Kalau anak enggak PNS, enggak keren. Itu mungkin pikir kebanyakan orangtua Indonesia. Saya berharap, kawan saya ini daftar CPNS kemarin bukan karena alasan yang saya sebutkan di atas.

Atau, kenapa kawan saya ini memutuskan bilang, “Tuhan, tolong jangan luluskan saya jadi CPNS!”, karena memang dia telah punya pekerjaan yang lebih nyaman daripada menjadi PNS. Dan bahkan, penghasilannya pun lebih lumayan dari seorang abdi negara itu. Mudah-mudahan saja begitu. Dan, bagi saya-bekerja di mana pun, itu sama saja-yang penting itu nyaman dan sesuai passion, kata orang-orang. Uang yang dicari? Oh, sebanting tulang apapun ia dicari, ya, sama saja, kok. Kalau tak pandai mengelolanya, matilah kita. Tetapi, walau gaji kecil, asal kebutuhan terpenuhi, nyantailah kita. Begitu, bukan? Semoga tak tepat.

Lalu, siapa kawan saya itu? Ada, dia blogger di sini, seorang cewek yang juga hobi berfoto dan jalan-jalan. Hahaha. Tengs inspirasinya buat hari ini, administrator!

Iklan

16 thoughts on “Tuhan, Jangan Luluskan Aku Jadi PNS

  1. Ping-balik: Tuhan, Jangan Luluskan Aku Jadi PNS | MenggapaiBening

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s