Duh

Entahlah. Dia hanya menangis sebelum memeluk kasur, dan kedua matanya bengkak berkeping-keping kala bangun pagi. Itu karena, ia tidur begitu larut, tersebab sebelumnya memikirkan sesuatu yang amat penting menurutnya. Dan, itu dilakukan tiap hari. Bukan hanya di kamar, tetapi di meja kerja, ia selalu terngiang sesuatu yang pernah menyakitkan, selama ia menempuh hidup. Mau menangis, tetapi tertahan, saking-barangkali buliran air matanya kering.

Ah. Ia belum mengerti, atau tidak mau mengerti-ia jelas-jelas juga tak tahu. Ia sudah tak menemukan lagi, sesuatu atau seseorang yang-minimal-perasaannya sama. Ia juga belum memutuskan mencari, di mana sesuatu atau seseorang yang mengerti itu hadir. Tetapi, ia yakin, suatu hari, besok, atau entah kapan, pasti ia akan menemukan yang dicarinya itu, yang dapat melegakan semuanya. Sebab, ia sudah kehilangan napasnya, yang selama ini nyatu, tetapi-tiba-tiba, perlahan-ia pamit begitu saja. Perubahan maupun perpisahan, baginya bukanlah menyenangkan, tetapi menyakitkan.

Ih. Duhai, ia sering sakit kepala sekarang, apalagi kalau sedang mengingat sesuatu yang membuatnya perih. Entahlah, ia mau ke mana lagi harus berharap. Tuhan? Ya, bisa saja-tetapi-selama ini kehadiran-Nya selalu tak menetap. Kadang hadir, kadang pula jauh-yang juga entah. Ia bingung, sementara napas yang lain-mungkin merasa, kalau didiamkan, ditegaskan, bakal memperbaiki napasnya yang lain. Napas ini, sekarang satu, ia lunglai, tak menentu. Soal qolbu, soal segumpal darah.

Eh. Entahlah. Pagi maupun petang, nasi tak pernah tertelan. Katanya, saat ini pun, entah karena apa-bahkan dari kemarin-sakit kepalanya memuncak. Untung, katanya, di balik lemari maupun tumpukan bajunya, tak terselip silet atau sajam. Kalau ada, mungkin ia akan dijadikan napas pertemanan. Duh!

Iklan

16 thoughts on “Duh

  1. nggak ngerti. Bahasanya terlalu tinggi untuk otak saya yang cetek ini…. :p

    nyari fotomu yang menang sayembara di kompas… tapi nggak dipos di blog sepertinya -.-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s