Ayahku Pahlawan Ikan

Ikan mas hasil tangkapan ayah sebelum dieksekusi.

Ikan Mas hasil tangkapan ayah sebelum dieksekusi.

Ayah sedang mengeksekusi ikan-ikan itu.

Ayah sedang mengeksekusi ikan-ikan itu.

Jadilah begini ikan-ikannya. Maafin, ya.

Jadilah begini ikan-ikannya. Maafin, ya.

"Nih, tinggal bersihkan, Hasan!" ungkap ayah suatu pagi.

“Nih, tinggal bersihkan, Hasan!” ungkap ayah suatu pagi.

Barulah ikan-ikan yang tadi dipotong dijemur ampe kering.

Barulah ikan-ikan yang tadi dipotong dijemur ampe kering.

Tiap saya pulang ke kampung halaman, Bengkulu, apak (ayah) selalu mengeringkan kolam untuk memudahkan memanen ikan. Ceritanya, ikan-ikan itu, selain buat suguhan saya yang pulang jauh dari merantau, juga sebagiannya dijual ke pasar terdekat. Kebetulan, kolam apak itu berisi beragam ikan, mulai mujair, betok, mas, gabus, lele, dan lainnya. Pokoknya banyaklah, termasuk-kolam itu juga mengloleksi lintah-lintah.

Nah, pas liburan 6 bulan lalu, apak khusus memanen ikan mas saja buat konsumsi di rumah. Entah berapa puluh ikan mas yang apak ambil dari kolam itu. Puluhan lah. Ukurannya sebesar tangan, atau adapula yang lebih besar dari itu. Maklum, kolam saya ini subur dengan rumput, belum lagi ditambah dengan yang lain-yang membuat ikan-ikan itu gemuk dan sehat-sehat. Saat pulang kampung kemarin itu, ikan hasil tangkapan itu, ada yang langsung digoreng, adapula, setelah dibersihkan-ikan-ikan itu dijemur sampai kering, yang sebelumnya dilumuri garam dan bumbu lainnya.

Kalau sudah kering, barulah ikan-ikan itu dapat disantap. Mau digoreng atau digulai, ya boleh saja. Yang jelas, kalau ikan dikeringkan macam itu, ternyata bisa dijadikan sebagai oleh-oleh buat sanak saudara di mana pun. Intinya, ikan yang dikeringkan itu awet untuk bisa dikonsumsi kapan pun. Pengalaman saya, itu bisa tahan hingga sebulan, bahkan lebih. Yang punya kulkas, malah lebih nyaman, karena bisa ditaruh di dalamnya. Makanya, saya rindu ikan-ikan itu, karena apak yang mengeksekusinya. Apak memang pahlawan ikan. (Teks/foto: Cecep Hasannudin)

Iklan

8 thoughts on “Ayahku Pahlawan Ikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s