Serakkan Bukumu

Sengaja berserakan, biar gak malas dibaca.

Sengaja berserakan, biar gak malas dibaca.

Jangan pernah menumpuk buku alias merapikannya di rumah atau kos. Sebab, itu hanya akan membuat kalian enggan menyentuhnya, apalagi membacanya. Lebih baik, buku-buku itu serakkan saja di ruangan yang kau sukai. Kalau saya, karena ngekos, ya di kamar kos itulah saya tebar, tak disusun, dibiarkan acak-acakan. Dan itu yang saya suka. Mau tidak mau, suka tidak suka, sadar tidak sadar, salah satu dari buku yang kau serak itu, pastilah kau jamah jua, kemudian mengunyahnya. Asik, mirip pizza, pokoknya.

Itulah cara saya buat menghilangkan kejenuhan. Sambil makan, di samping piring dan gelas berisi air, ya buku-buku itu yang bertengger. Kalau tumpukan buku itu tak disentuh, mereka marah, mereka membeku dengan sendirinya, bahkan hilang karena sebagian teman  yang gila pada buku-diam-diam mengambilnya. Tapi, saya lebih suka pencuri buku yang tak ketahuan, daripada pencuri duit miliaran rupiah, tapi kepergok.

Ah, buku. Ia seperti perempuan. Kalau hatimu merasa jatuh hati, tapi tak berani mengungkapkannya, ya percuma. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Ah, buku, kau anyir!  Semerbak baumu, kadang membuat saya tak pantas mencecapnya. Membayangkannya, cukup membahagiakan. Eh, buku, peluk kami yang selalu mengabaikanmu, mencuekimu. Duhai, maafkan kalau kami bosan melihatmu, bahkan-terkadang ada niat ingin melenyapkanmu. Sekali lagi, maaf.

Ah, kau!

Ah, Kau!

Ah, Kau!

Iklan

6 thoughts on “Serakkan Bukumu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s