2014: Maaf, Saya tak Lagi Lajang!

Saya ingin, 2014 adalah tahun terakhir menyandang gelar sebagai lelaki “bujangan”. Semoga saja, di tahun tersebut-saya tak lagi menyendiri. Berharap, pada tahun politik itu, saya bisa bersanding dengan seseorang yang mau saya ajak bersanding, bukan saja di pelaminan, tetapi mau pula bersanding hingga liang kubur, dengan syarat- sang penjagal kematian, Izrail mencubit nyawa kami berdua sekaligus, tidak satu-satu. Maka saya sebut, walau itu tidak tepat, inilah yang dinamakan cinta sehidup semati. Ha.

Saya belum tahu, siapa “kekasih hati belahan jantung” yang bakal menjadi teman setia menjalani hari-hari berumah dan bertangga esok. Yang pasti, niat itu selalu terhujam di dalam dada, tertulis di angan, teringat di benak, dan selalu terngiang kala menjelang tidur, atau selepas keluar kamar mandi. “Hai, Hasan, kapan mau melepas lajang? Sebentar lagi 2014, lho! Lihat kawan-kawanmu, mereka berani menikah, bahkan mereka enggak ragu dari mana duit akan didapat. Bahkan, ada temanmu itu, sudah menikah tapi masih tinggal sama mertua. Tapi bukan soal tinggal di tempat mertuanya, kini itu, kamu kapan mau seperti mereka, berani memutuskan/melangkah menyatukan dua cinta? Ayolah, ya..” begitu bisikan-bisikan itu kerap saya tangkap.

Sekarang, mulailah serius menentukan jalan hidup Hasan. Apakah kamu tidak ingin melihat kedua orangtuamu bahagia kau bersanding di pelaminan, lalu kau bisa cium, peluk mereka di samping pasanganmu? Mumpung kedua orangtuamu sehat, ayolah, menikahlah, bersandinglah demi mereguk kehidupan yang sesungguhnya. Jadi, hidup membujang ini bukan hidup yang sesungguhnya? Bukan begitu, tetapi setidaknya, hidup setelah menikah itu kaya warna, tentu bejibun pula tantangannya. Terjalnya, bahkan melebihi terjal mendaki gunung Dempo atau Semeru. Wah, kalau begitu-saya tak mau ah menikah? Eh, enggak boleh begitu Hasan. Berusahalah, yakinlah, belahan jantungmu ada di dekatmu, kok. Ciyus! Ha? Bener? Iya, tinggal kau mau atau tidak merayapi hatinya.

Menikah. Ya, bukan saja menyatukan dua individu yang saling mencinta, tetapi menghimpun dua keluarga besar berbeda karakter, berbeda kedudukan, berbeda status, dan berbeda lain-yang pada akhirnya akan saya dedahkan menjadi semacam tempat buat berlabuh untuk sampai pada puncak ketenangan batin dan pikiran. Kalau begitu, kenapa saya begitu yakin, kalau 2014 adalah tahun terakhir saya membujang? Entahlah. Keyakinan itu tumbuh begitu saja, mengalir begitu saja. Keyakinan itu akan gugur, kalau saya hanya meyakini dalam dada, tetapi tak diusahakan di alam nyata. Hati mengatakan bisa saya menggapai keyakinan itu, tetapi 90 persennya adalah usaha di luar keyakinan.

Saya memiliki pengalaman. Selama ini, kalau saya yakin dan selalu memikirkan sesuatu-lambat laun-alhamdulillah apa yang saya yakini dan pikirkan itu benar-benar terjadi, walau prosesnya memang tidak mudah. Tentu, saya bukan hanya sekadar yakin dan memikirkan sesuatu itu, tetapi, sambil pula-apa yang diyakini dan selalu dipikirkan itu diusahakan diwujudkan dalam alam nyata. Ajaib, dan itu berhasil! Apakah itu yang disebut sebagai hukum ketertarikan (law of attraction)? Entahlah, jelasnya, saya selalu berusaha berpikir positif menjalani hari-hari penuh terjal ini, walau belum sempurna.

Lalu, soal keyakinan saya, 2014 adalah tahun terakhir menyandang predikat “bujangan tingting”, itu benar-benar akan saya perjuangkan, sekuat yang saya mampu. Namanya juga usaha, hasil akhir tetap Dia yang mengabulkan. Orang Inggris selalu billang, ”MAN PROSOSES GOD DISPOSES”-manusia berusaha, Tuhan Maha Penentu.

Tetapi, sekali lagi, 2014 adalah tahun terakhir saya membujang!

28 thoughts on “2014: Maaf, Saya tak Lagi Lajang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s