Ya Tuhan, Mana Keluargamu, Pak?

Klik! Maaf, ya, Pak!

Klik! Maaf, ya, Pak!

Saya tidak tahu siapa nama bapak ini. Tetapi, saya mengerti, tujuan bapak ini berkeliling adalah mencari rupiah. Lelaki ini saya temukan tak sengaja di kerumunan orang-orang yang mengunjungi pasar induk terbesar kedua di Kota Bandung, Gede Bage, kemarin (27/10). Saya memerhatikannya sejenak, lalu memfotonya seraya ia terus berjalan, walau tanpa kedua kaki yang tak sempurna. Kaki kiri dan kanannya, entah ,mengapa kok bisa seperti itu. Kini, alat untuk berjalan itu dibalut karet ban. Mungkin, suatu hari dulu bapak ini mengalami kecelakaan, atau ia cacat sejak lahir? Ah, saya tak tahu. Sabar, ya, Pak!

Kalbu ini rasanya disentuh oleh bapak ini pagi itu, di tengah keriuhan pasar-yang hingga kini bau menyengatnya dari tumpukan sampah tak pernah habis. Walau udara tak sedap bergerombol berjejalan masuk ke rongga hidung, tetapi para pengunjung tetap asyik menawarkan dagangan, begitu pula membeli kebutuhan. Aduhai, lelaki bertopi itu pun terus bergerak ke sana ke mari, menyisiri lorong-lorong yang dipadati penjual maupun pembeli. Satu dua orang memberinya rupiah, recehan, dan tak berani menyusupkan 50 ribuan.

Siapa keluarga bapak ini, ya? Adakah ia memiliki anak? Di mana rumahnya, Pak? Asalnya dari mana? Garut, Tasik, Kuningan, Sumedang, Bekasi, Depok, Banjar, Ciamis, Subang, Cianjur, Bogor, Sukabumi, Majalengka, atau kah Kota Bandung, Pak? Jangan-jangan bapak ini dari Sumatera, Kalimantan, sulawesi, Bali, Papua, atau kah luar negeri, Pak? Dari mana? Ah, tak mungkin lah kalau dari luar negeri, Pak? Wajah bapak itu bernada Sunda, Pak! Iya, tapi, dari mana?

Kalau ia beroleh anak, di mana anak-anaknya? Kok tega anak bapak membiarkan seorang ayah luntang-lantung  di tengah pasar? Misalnya, memang bapak tidak punya anak-dan tidak menikah, lalu ke mana pula saudara bapak lainnya? Adik, atau kakak, misalnya? Atau, orangtua bapak masih ada? Pak??? Saya tidak bisa menolong bapak. Ngasih receh saja saya tak sanggup kemarin, Pak! Maaf, Pak! Pak, bapak tahu belum, kalau di Kota Bandung ini, sekarang ada larangan memberi uang kepada pengemis. Tahukah bapak peraturan itu, pak? Saya tidak memberi duit ke bapak kemarin itu, bukan karena aturan itu, Pak! Bukan! Tetapi, apalah artinya Rp 1000 perak buat bapak?

Pak, bapak terus berkeliling…sudah dapat berapa, Pak?

"Pak, udah dapat berapa?"

“Pak, udah dapat berapa?”

Iklan

21 thoughts on “Ya Tuhan, Mana Keluargamu, Pak?

  1. dimakassar bapak yang seperti ini banyak mas, tugas mereka meminta kpd orng yang lewat. pernah sekali sy melihat, ternyata sebelum berada ditempat tujuan, mereka sudah diantar oleh seseorang dngn kendaraan, saat waktunya pulang maka mereka akan dijemput lagi.. mmhhh. salah satu strategis para pencari duit jalanan dngn cara memanfa’atkan orang cacat seperti ini. awal mula muncul, hanya satu dua orng sj, tp skrng sy semakin bingung, ko’ jumlahnya semakin banyk yah….

    • sy tdk membiasakan memberi uang kpd mereka, bukan krn tdk mahu dll, agar jumlah mereka tdk semakin bertambah dngn larisnya kita sering memberi……. perlu ada pendekatn dan pelatihan mandiri buat mereka2..

    • Memang, ada beberapa anjal dan pengemis, itu ada leader-nya. Jadi, ya begitulah, ada bosnya di balik itu smua. Semuanya bermuara pada: ketimpangan ekonomi-sosial-pendidikan kita..bagi saya, yang penting mereka tidak melakukan kejahatan..

  2. sebenarnya jauh dalam hati sy kdg merasa sgt miris melihat org2 spt ini,, ingin rasanya memberi… tp agar mrk tdk terbiasa memperoleh uang hanya dgn cara meminta2,,, maka sy urungkan keinginan utk memberi… cara itu sbnrnya utk mendidik mereka agar mau berusaha dan berjuang sekuat tenaga utk memperoleh penghasilan… banyak jg kok yg fisiknya tdk sempurna,,tp mereka ttp mau berusaha dgn tdk hanya meminta2 dari belas kasihan orang lain saja… 🙂

  3. kadang pengemis itu jd profesi klo di jakarta sulit membedakan yg benar-benar butuh ama yg profesi. ironisnya penghasilan pengemis lebih besar dari org kerja kantoran padahal dalam islam pengemis tidak diperbolehkan yang akan menjadi bara api di neraka sementara Indonesia mayoritas ialag muslim. jadi apa gunanya agama? 2 kondisi yang diperbolehkan untuk mengemis. 1, jika orang tersebut tidak sanggup untuk memberikannya makan, jika ornag lain tidak memberinay makan maka dia kaan meninggal, 2, jika memeiliki hutang yang banyak sekali maka jika tidak dibanut maka nyawanya akan jadi taruhannya dan dia tidak bisa untuk mencari nafkah baginya, jadi bagi yang mengemis sebagai profesi dan ngaku-ngaku islam, maka sesungguhnya “dignity” nya sebagai manusia sudah tidak ada lagi :).. sedikit pencerahan hehe

    • Sangat mencerahkan Winny. Balik-balik, lalu apa guna agama yang dianut kalo masih saja ad yang begituan? Hemat saya, agama hanya dijadikan kegiatan formal, tanpa berefek ke sosial. Tapi, mungkin suatu saat, mereka-mereka itu dapat dientaskan, terutama oleh negera, juga pemangku kepentingan lain. Tengs Winny.

  4. Agen bola terpercaya, satubet.com, akan memberikan pelayanan maksimal agar Anda dapat mendapatkan pengalaman yang terbaik dalam taruhan bola online ataupun permainan casino online lainnya. Kami merupakan master agen bola yang berpengalaman dalam dunia judi bola online. Agen bola terbaik dengan pengalaman selama bertahun-tahun dalam melayani ratusan bahkan ribuan member yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, Master Agen Bola menjanjikan pengalaman bermain yang menyenangkan dan memuaskan dan pelayanan customer service profesional yang ramah, bersahabat, dan senantiasa siap untuk membantu Anda. satubet.com merupakan agen sbobet terpercaya, beserta game lainnya, seperti SBOBET, IBCBet, 88Tangkas, Togel, dan aneka games taruhan bola dan casino online lainnya.satubet.com adalah master Agen Bola yang Terpercaya.menerima transaksi deposit dan withdraw dari bank BCA, Mandiri, dan BNI. Silahkan klik Daftar untuk mendaftar sebagai member. Dan pastikan Anda mendapatkan pelayanan yang terbaik dari http://www.satubet.com 🙂 🙂

    Untuk para peminat atau pecinta Game Online, silahkan hubungi info lebih lanjut di bawah ini :

    Yahoo Messengger :
    cs1.satubet@yahoo.com
    Cs2.satubet@yahoo.com
    Cs3.satubet@yahoo.com
    cs4.satubet@yahoo.com

    LiveChat :http://satubet.com/livechat/chat.php

    Customer Service kami siap melayani anda selama 24 jam Online. 🙂 🙂 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s