Saya Bukan Malaikat

Saya bukan malaikat. Karenanya, jangan menganggap saya ini selalu di posisi tak pernah salah. Saya bukan pula nabi, lantas berpikir saya ini se-shaleh mereka dalam ucapan maupun tindakan. Saya bukanlah hamba Tuhan yang baik, apalagi pengikut Muhammad yang santun. Saya ini orangnya biasa saja. Alim tidak, disebut brengsek pun rasanya tidak terima-walau pada akhirnya-ada satu dua orang teman yang menyebut saya demikian, saya pun legowo (menerim) tanpa alasan.

Sudah saya katakan, saya ini bukan malaikat. Jadi, pantas saja kalau ada segelintir orang yang mengatakan saya ini mahluk paling egois. Ya, itu tercipta karena ada sebab dan keadaan. Saya bisa berubah menjadi manusia apa saja bisa, bahkan dalam hitungan napas. Itu tergantung, sekali lagi-keadaan dan sebab. O, mungkin ada sebagian kawan-kalau saya ini dikenal baik dan ramah. Tetapi kemudian, mereka-suatu kali akan bilang, ternyata saya ini egois atau sebutan yang lebih ektrim dari itu. O, jadi, seberapa lama kau mengenal diriku? Atau, tidakkah kau tahu, bahwa selama ini aku memakai topeng dan sedang berteater?

Jadi, kalau sudah tahu saya ini egois dan macam-macam, lantas-perkiraan saya-kawan-kawan itu merasa jijik sama saya kemudian tak mau lagi berteman sama saya? Dalam suatu hubungan manusia, hal demikian biasa terjadi. Dan, kalau tidak terjadi yang begitu, kenapa pula kita disebut manusia? Bumi itu tempatnya berselisih dan tempat berputarnya kejengkelan. Yang menjadi masalah, bisakah saya saat tertimpa begitu mau menerima atau  marah-marah? Tapi, ada baiknya saya tidak marah, tidak pula menerima dullu, deh!

Janji pun, kalau ternyata sebelumnya dibuat masalah, itu bisa lebur dan dikatakan menjadi kebohongan. Tak ada asap kalau tidak ada api. Tak ke wc kalau saya tidak mau buang air besar/kecil, walau ada tempat lain selain wc. Manusia, manusia. Benarlah, bahwa-dulu-malaikat melayangkan protes kepada Tuhan saat Tuhan hendak menciptakan manusia. “Tuhan, mengapa pula kau ingin menciptakan manusia? Bukankah ia malah tambah meribetkan nantinya?” Tuhan jawab,”Aku lebih tahu dari kamu, hai malaikat!”

14 thoughts on “Saya Bukan Malaikat

  1. Yang namanya legowo itu betul-betul ikhlas… bukan pake embel-embel “-pun rasanya tidak terima”.

    kalau nggak terima dibilang brengsek harusnya bilang terus terang, jangan bilang terima, tapi menyimpan dendam dan sakit hati diam-diam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s