Pecahkan Telurnya!

Foto diambil di Toko Buku Togamas, Bandung.

Foto diambil di Toko Buku Togamas, Bandung.

Nulis lagi…nulis lagi…nulis lagi. Kalau dihitung, ada sekitar 20 hari saya tidak menulis di rumah maya ini. Tetapi, kalau di buku harian saya, dalam artian yang manual, saya tetap menulis tiap menjelang tidur. Lalu kenapa di blog ini selama beberapa hari itu saya tidak menumpahkan kata-kata? Bukan tidak ada waktu, lebih tepatnya saya sedang dilanda malas. Karena, menurut saya-itulah alasan paling masuk akal daripada alasan lain.

Tetapi, kemalasan yang saya pelihara itu, utamanya dalam hal menulis di catatan harian maya ini-ternyata tak membuat saya lebih baik. Bahkan, saya dilipuri rasa bersalah yang berkepanjangan. Kalau sudah begitu, apa lagi yang saya lakukan, kecuali mengutuki diri, bahwa saya ini mahluk yang selalu mengingkari janji. Bukan saja pada orang, tetapi pada diri sendiri. Bahwa saya harus menulis tiap hari di blog ini, itu ternyata tidak kesampaian alias, ya ingkar janji itu. Apalagi namanya kalau bukan itu.

Saya juga melewatkan membalas komentar kawan-kawan, juga melupakan untuk mampir di blog teman-teman sekalian. Itulah bodohnya saya-yang belum berbuat konsisten terhadap janji awal: saya harus menulis tiap hari! Walau begitu, dengan tidak menulisnya saya selama beberapa hari ke belakang di blog ini, bukan berarti saya leha-leha dengan otak kosong. Tetapi, di hari-hari penuh kemalasan itu, saya tetap-tanpa sengaja mengumpulkan bahan-bahan buat tulisan saya selanjutnya-baik itu berupa foto-foto maupun untuk tulisan.

Ini yang patut saya syukuri. Bahwa ide buat menulis itu, ada tiap detik. Anehnya, saat untuk menuangkannya dalam tulisan, itu yang masih menjadi kendala terbesar saya. Kendala itu, saya kira bisa saya atasi segera, kalau saya mau. Kalau enggak mau, itu yang gawat dan saya-barangkali sudah gila bila ngomong enggak mau mengatasinya. Pecahkan telurnya!!

9 thoughts on “Pecahkan Telurnya!

  1. Makanya, lebih baik nggak berjanji… tapi bisa tetap konsisten menulis πŸ™‚

    Habis dipecah telurnya, tinggal di mata sapi dan dimakan bersama nasi goreng panas….
    :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s