Mabuk Kendaraan? Colek Ban 3 Kali Obatnya!

Sahabat sering mabuk kendaraan? Kalau iya, maka saatnya saudara mempraktikkan satu tips yang pernah diceritakan sahabat saya beberapa minggu lalu. Kata sahabat itu, supaya tidak mabuk saat naik bis atau mobil biasa, maka calon penumpang, sebelum menaiki kendaraan tersebut harus melakukan satu hal. Apa itu?

Si penumpang, ucap sahabat saya yang dikenal pemabuk kendaraan itu, ia harus lebih dulu menyentuh ban mobil/bis dengan ujung jari tangannya. Mau ban belakang atau depan, kata teman saya ini tak jadi soal. Pokoknya, colek saja dulu ban berbentuk lingkaran itu. Setelah dicolek, lalu, apa selanjutnya?

“Tempelkan ke hidung!” ungkap sahabat saya itu dengan mimik muka serius. Dalam hati, saya bilang ini benar-benar enggak masuk di akal. Setidaknya, di akal saya. Kok bisa, ya? Sahabat yang kesehariannya biasa disapa Ani, itu melanjutkan. “Entahlah, Kak. Pokoknya, pas saya praktikkan itu, selama perjalanan alhamdulillah saya enggak mabuk lagi.”

Tetapi, tambah Ani, syaratnya, mencolek ban mobil/bis itu harus ada hitungan tertentu. Lalu berapa? “Harus tiga kali jari tangan menempelkan di ban itu. Waktu itu, saya kebetulan naik Travel jenis Avanza.” Ani tidak mengetahui persis alasan kenapa sampai tiga kali mencolekkan jari ke ban sebelum ditempelkan di indra penciuman. Sebab, kata Ani, ia pun dapat petuah itu dari sang supir Travel yang mengantarkan ia ke tujuan.

“Awalnya, saat itu saya juga enggak percaya. Tapi, si supir berhasil meyakinkan saya, bahwa pencegah supaya tidak mabuk/muntah pada saat naik kendaraan adalah dengan cara itu (mencolek ban mobil/bis bersangkutan, lalu ditempelkan ke hidung).” Alumnus Universitas Bengkulu (Unib), itu mengaku dapat ilmu itu dari orang Lebong (salah satu kabupaten di provinsi Bengkulu).

“Kalau misalnya mau naik pesawat, terus, si calon penumpang itu memang ahli mabuk, masih juga ban pesawatnya dicolek, Ani?” saya tanya begitu ke kawan saya itu. Ani tidak bisa menjawab apa-apa, cuma ketawa saja. “Entah, soalnya, kalau naik pesawat saya tidak mabuk!” ucapnya.

Berkat petunjuk supir travel yang asli Lebong itu, Ani merasa bersyukur karena tiap bepergian menggunakan kendaraan roda empat, ia tak mabuk lagi lantaran mempraktikkan petuah pengemudi itu. “Ya, alhamdulillah. Kalau ilmu itu datangnya dari siapa aja. Meski awalnya enggak percaya. Tapi, ternyata, setelah dipraktikkan, jitu juga.”

Hingga kini saya belum mencoba mencolek ban kendaraan yang saya tumpangi jika bepergian. Bukan tidak mau. Secara kebetulan, memang saya ini bukan ahli mabuk. Dan tips ini, saya kira wajib ditunaikan bagi siapa saja yang suka mabuk kendaraan. Sekali lagi, jangan percaya kalau belum mencoba, termasuk pengalaman kawan saya di atas. Try first lebih baik.

Iklan

20 thoughts on “Mabuk Kendaraan? Colek Ban 3 Kali Obatnya!

      • mabuk itu sugesti.
        Waktu saya pulang ke Bengkulu dari palembang Lebaran lalu, saya naik travel dengan posisi yang sangat tidak nyaman. Di bangku tengah yang paling tengah. Tidak bisa bersandar kemanapun. Tidak sempat minum antimo, menyiapkan koyo…bahkan minyak kayu putihpun lupa di bawa.Yang pasti nggak ada yang mijitin juga kalau sampai beneran mabuk.

        Alhasil, saya hanya menggenggam beberapa kresek,.. dan berkata dalam hati, “mau mabuk, mabuklah!” *pasrah*

        eh, sampai Bengkulu malah nggak mabuk sama sekali.

        Tapi kalau udah stres duluan sebelum berangkat… (takut.gimana kalau…bla bla bla) dijamin pasti muntah di jalan…

        kesimpulannya…. santai aja!!! rileeekkkkkksssss

  1. nggak masuk akal. aku gak mau coba ah. mending tidur aja di dalam mobil atau dengerin musik atau liat keluar. nyalain AC. aku enek sama bau bensin dan mesin mobilnya. apalagi kalo panas. makanya pake yang dingin aja. lebih enak naik motor daripada mobil. tapi naik motor gak bisa tidur. enakan naik mobil atau motor ya?
    yang penting gak mabuk deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s