Asyik! Pop Mie 16 Ribu dan Ngecas Hp 7 Ribu

Pagi itu, pekan lalu, sekitar pukul 07.00 bis yang saya tumpangi sudah merapat di pelabuhan Bakauheuni, Lampung hendak menyebrang ke Merak, Banten. Selagi bis kami antri di dermaga paling pojok hendak memasuki mulut kapal, beberapa penjual makanan maupun minuman mendekatkan diri ke bis. Tak lupa, ada pula pengamen yang hendak masuk ke bis. Tapi, supir tak menyuruh kondektur membukakan pintu supaya mereka (baik pedagang maupun pengamen) masuk bis. Saya bisa prediksi, sebab bis kami ini bis AC Executive, bukan bis biasa atau ekonomi. Jadi, dilarang masuk. Kenyamanan penumpang takut terganggu.

“Nasinya, Pak, Bu. Nasinya masih hangat, nih,” kata ibu-ibu sambil menenteng sekeranjang nasi yang dibungkus. Saya hanya perhatikan saja si ibu itu dari balik kaca bis.

“Kopi atau tehnya, nih. Mumpung belum naik kapal!” ucap pedagang lain sambil menenteng termos. Salah satu peumpang bis ada yang pesan.

“Barangkali Pop Mie-nya, nih. Murah! Cuma 8 ribu. Ntar di kapal mahal, lho! Bisa 11 ribu!” lontar ibu-ibu lain menawarkan. Saya sebenarnya pengen banget, pagi-pagi begitu menyantap Pop Mie. Rasanya gimana gitu. Tapi, rasanya belum tenang kalau harus sekarang saya pesan Pop Mie. “Meningan ntar aja di kapal, deh!” nurani saya bilang begitu tiba-tiba. Padahal, saya merasa iba juga melihat ibu yang menawarkan di dermaga itu.

Ya udah. Akhirnya saya enggak jadi beli Pop Mie. Bis pun mulai masuk ke mulut kapal, lalu memarkir sesuai arahan petugas kapal. Para penumpang pun turun, termasuk saya, lalu naik ke dek di lantai II.

Saya tidak sendirian, tapi bareng teman SMA. Kebetulan dia mau ke Jakarta diteruskan ke Bogor, sedangkan saya ke Bandung. “Bro, hape loe mati, enggak?” kata saya ke teman berjanggut panjang itu. “Hampir! Kalo loe mau ngecas hape, ada tuh di lantai 3,” ucapnya.

Saya terus kepikiran sama Pop Mie. “Bro, mau Pop Mie, enggak?”

“Mau, tapi mahal!” ragu-ragu kawan saya jawab yang baru lulus kuliah di Yaman itu.

Saya langsung ngeloyor, masih di lantai II, tapi ke bagian belakang. Di sana, berderet kursi buat penumpang kapal. Di depan kursi-kursi itulah ada penjual makanan plus minuman. “Bang, Pop Mienya 2!” Penjual langsung membuka bungkus Pop Mie dan menyeduhnya.

“Berapa satu, Bang?”

“16 ribu!”

Saya bawa Pop Mie yang sudah diseduh itu ke tempat di mana kawan saya tadi nongkrong. “Berapaan, nih Mie?” ucapnya.

“Murah oi! Cuma 16 ribu satu!”

Kalo beli 2 begini, ya jadinya Rp 32 ribu. Lumayan!

Kalo beli 2 begini, ya jadinya Rp 32 ribu. Lumayan!

“Busyett!”

“Apaan? Diam aja loe, gratis juga buat loe! Kalo mau murah, besok-besok bawa sendiri Pop Mie plus air panasnya. Maklum, Bro, ini di tengah laut!”

Kawan saya senyum-senyum gitu. Wah, pokoknya mantap banget, deh pagi-pagi, di tengah laut menikmati Pop Mie dicampur keripik Balado, salah satu makanan khas Sumatra Barat. Seketika, entah berapa menit, dua Pop Mie super “MURAH” itu ludes dilahap si jago lapar.

“Aku mau ngecas hape dulu, Bro.”

Saya cari-cari kios tempat ngecas hape. “Bang, di mana tempat ngecas hape, ya?” tanya saya ke petugas kapal berpakaian seragam.

“O, di atas. Cari aja, di sana ada petunjuknya!”

Ketemu juga. “Pak, mau ngecas hape, nih.”

Saya enggak tanya lagi berapa harga ngecas hape. Kenapa? Sebab, di sana sudah tertempel bertulisan,” CAS HP 7000.” langsung saya bayar di sana. Hape saya tinggalkan. “Eh, ini karcisnya. Kalau pas mau ambil hape, ini bawa lagi, ya?” kata petugas yang nungguin hape.

Tuh, kan ngecas HP aja Rp 7000. Murah, kan?

Tuh, kan ngecas HP aja Rp 7000. Murah, kan?

Nih, pake karcis. Kalo mau ambil HP lagi, ini diserahkan.

Nih, pake karcis. Kalo mau ambil HP lagi, ini diserahkan.

Beberapa jam lagi kapal hendak merapat di pelabuhan Merak, hape yang dicas sudah saya ambil. Alhamdulillh penuh. Saya pun bisa ambil gambar semaunya. Klik. Klik. Klik.

Kan bisa foto-foto kalo HP udah dicas.

Kan bisa foto-foto kalo HP udah dicas.

Pop Mie yang harga satuannya Rp 16 ribu itu ternyata menenangkan kawan saya. Tuh, lihat!

Pop Mie yang harga satuannya Rp 16 ribu itu ternyata menenangkan kawan saya. Tuh, lihat!

 

Saya juga lihat, kru kapal ikut mancing.

Saya juga lihat, kru kapal ikut mancing.

Saya hitung, di dermaga itu ada sekitar 23 orang berjejer sedang memancing ikan.

Saya hitung, di dermaga itu ada sekitar 23 orang berjejer sedang memancing ikan.

 

Berpapasan dengan kapal ini. Kapal itu mau ke pelabuhan Bakauheuni, Lampung.

Berpapasan dengan kapal ini. Kapal itu mau ke pelabuhan Bakauheuni, Lampung.

Thanks kapal telah menyebrangkan saya ke pulau Jawa dengan selamat. Saya lihat jam tangan, eh menunjukkan pukul 09.20.

"SELAMAT DATANG DI PULAU JAWA" Tulisan itu tertera sebelum menuju gerbang Tol Merak-Jakarta.

“SELAMAT DATANG DI PULAU JAWA” Tulisan itu tertera sebelum menuju gerbang Tol Merak-Jakarta.

20 thoughts on “Asyik! Pop Mie 16 Ribu dan Ngecas Hp 7 Ribu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s