Selamat Datang di Pantai Sulawangi

Gerbang menuju Pantai Sulawangi yang terletak di Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu.

Gerbang menuju Pantai Sulawangi yang terletak di Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu.

Sabtu (24/8) kemarin, saya berkesempatan jalan-jalan ke sebuah pantai di pesisir Sumatera yang biasa dijadikan tempat wisata warga Bengkulu maupun warga di luar Bengkulu. Pantai yang letaknya di Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, ini kalau dari Kota Bengkulu berjarak sekitar 102 kilometer. Atau, bila menggunakan motor bisa ditempuh 4-5 jam perjalanan. Seperti apa jejak saya di sana? Ini dia.

Mulai pintu gerbang, jalannya berkoral dan sempit.

Mulai pintu gerbang, jalannya berkoral dan sempit.

Kesan saya, pas jalan kaki menyusuri jalan menuju Pantai Sulawangi, ya soal jalan. Saya kira jalannya beraspal, eh, tahunya malah masih koral. Kalau mau tempat wisata ini banyak dikunjungi orang, ya seharusnya pemerintah daerah mesti membangun jalan yang lebih baik. Itu pun kalau mau maju daerahnya. Beberapa menit melangkah, saya temui lagi jalan yang lebih parah.

Ini dia jalan menuju Pantai Sulawangi yang tergenang. Kesannya itu, lho, Bro!

Ini dia jalan menuju Pantai Sulawangi yang tergenang. Kesannya itu, lho, Bro!

Waduh, padahal, kalau teman-teman lihat foto-foto pantainya nanti, elok banget pokoknya. Tapi, sebelum saya memasukinya, malah disambut terlebih dulu dengan suguhan jalan tak memadai. Sampai kapan ini dibiarkan? Intinya, pemerintah memang kurang menarik minat dalam mengelola tempat wisata. Pemerintah setempat, maksudnya. Sampai-sampai, kawan saya ini lewat pinggir. Nah, lihat di bawah ini.

Ini pemirsa jalan yang saya maksud itu. Kawan saya saja lewat tepi. "Kayak kubangan Kerbau, ya?" kata saya ke kawan itu.

Ini pemirsa jalan yang saya maksud itu. Kawan saya saja lewat tepi. “Kayak kubangan Kerbau, ya?” kata saya ke kawan itu.

Walau begitu, tetapi kami akhirnya sampai juga di depan Pantai Sulawangi yang bikin mata tak bosan memandangnya ini. Wuihhh! Hamparan batu-batunya sampai tega menghilangkan kedongkolan saya pas lihat jalan berkubang sebelum ke sini. Pagi itu, memang pantai sepi. Yang ada, hanya deburan ombak dan gemeretuk bebatuan yang disenggol ombak.

Walau

Batu-batu terhampar di pinggir pantai Sulawangi.

Sudut lain pantai Sulawangi.

Sudut lain pantai Sulawangi.

Dan, muncratan air laut di bawah ini sesungguhnya yang saya suka. Saya menunggu cukup lama untuk mengabadikan momen itu. Ada sekitar 7 menit. Hasilnya? Selain hape saya basah, baju dan sepatu saya juga ikut disemburnya. Tapi asyik, akhirnya saya basah-basah mengakrabi air berasa asin itu. Cekidot!

 

Buuuuurrr! Alamak, basah!

Buuuuurrr! Alamak, basah!

Brasss!! Mama Mia Lezatos!

Brasss!! Mama Mia Lezatos!

Byar lagi!

Byar lagi!

Setelah puas menikmati semburan-semburan air pantai ini, saya dan kawan bergeser beberapa meter. “Kita ke sana yuk. Itu ada bangunan peninggalan Belanda,” kata kawan ini sambil menunjuk ke arah samping kanan. Kami pun ke sana. “Dulu, bangunan ini enggak seperti ini. Dulu masih utuh,” cerita kawan yang pernah lebih dulu ke tempat ini saat dia SD belasan tahun lalu.

Kata kawan saya, "Ini bekas benteng peninggalan Belanda."

Kata kawan saya, “Ini bekas benteng peninggalan Belanda.”

Terik matahari semakin menggila. Rasanya cukup untuk jalan-jalan di pantai Sulawangi kali ini. Semoga saja, kalau saya kembali lagi ke sini, infrastruktur jalan menuju pantai itu lebih baik dan berbagai fasilitas pendukung tambah lengkap. Terimakasih Sulawangi, I love you!

 

 

 

 

 

12 thoughts on “Selamat Datang di Pantai Sulawangi

    • Iya, pertama kali ke sana juga sempat heran. Pas saya tanya sama teman, kalo ternyata batu-batu udah ada sjak ia SD. Artinya, memang batu-batu itu ada sendirinya, bukan diadakan Om…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s