“D Ujung Perceraian A”

Ada kabar tak menggembirakan. Apa itu? Saudara saya di Tasikmalaya, Jawa Barat, rumah tangga mereka di ujung karam. Saya tahu ini dari anak gadisnya yang baru tamat SMA. Beberapa status galaunya berderet di akun Facebooknya beberapa hari lalu. Maka, saya tanya, ada apakah gerangan? Eh, ternyata enggak langsung dijawab.

Sehari sesudah saya tanya begitu, barulah dia jawab-yang sebetulnya sudah saya prediksi. D ujung perceraian a,” balasan sms pun akhirnya datang, walau tak pernah saya harapkan. “Memangnya tak bisa lagi dibenarkan, Neng?” tanya saya lagi penasaran. Kali ini, si Neng-panggilan akrabnya sehari-hari menjawab agak panjang.

Udah ga ad yang bisa d pertahankan lg a. Orang dianya (ayahnya) juga udah ga peduli sama sekali sama kita. Neng sama mamah juga besok mau berangkat k Tangerang, mau kerja:p, begitu penjelasan Neng. Lalu, saya tanya lagi, “Eh, Neng, di keluarga belum ada yang menengahi, ya?” Sayang, hingga tulisan ini dibuat, sms saya belum berbalas. Saya mengerti mengapa.

Beberapa jam kemudian, lalu saya facebook walking ke akunnya si Neng. Saya dapatkan beberapa status “galau” yang menggambarkan suasana keluarganya. “Ya Alloh sakiitttt banget rasanya liat mama sedih n ngelamun terus… tulis statusnya, tanggal 16 Agustus 2013. Saya terus kitari akun pribadi Neng bentukan Mark Zuckerberg itu.

Ada lagi status Neng yang bikin hati saya deg-degan. Mungkin ini jalan trbaik untuk kita semua….Terimakasih Tuhan telah membuka mata hati mama:) Smoga dimanapun kita berada,kita tetap berada pada perlindungan Alloh… amiiin,,,!!!!! kita pasti bisa bahagia walau tanpa dia (si ayah),,Love you mom, tulisnya lagi, masih di tanggal yang sama. 

Saya memang belum tahu pasti penyebab retaknya rumah tangga saudara saya itu. Tapi, adik saya bilang, “Si Neng memang pernah bilang pas kita ke Tasik kemarin, kalau teman si Neng yang satu sekolah pernah memergoki ayah Neng sedang jalan-jalan ke tempat wisata. Dan, ayah Neng itu ditemani seorang wanita.”

Atas cerita adik saya itu, memang saya tak lantas memercayai sepenuhnya. Saya malah memutar otak, gimana caranya isi otak ini tak berburuk sangka dulu.” Bisa jadi, yang bersama ayah Neng itu saudaranya yang jauh, lalu dia minta antar ke tempat wisata. Atau, ya ada urusan bisnis atau apa dan bukan maksud selingkuh,” gumam hati saya.

Yang saya tahu, selama ini memang ayah si Neng kerja di pusat kota Tasikmalaya. Sedangkan, istri serta dua anaknya yang beranjak  gadis itu tinggal sekitar 30 kilometer dari kota. Istilah lain, istri-anak tinggal di pojok desa. Karena begitu, si ayah baru pulang ke rumah kalau liburan. “Biasa pulang ya sebulan sekali lah,” kata Neng suatu hari.

Jadi, kawannya si Neng yang sempat melihat ayahnya jalan bareng sama wanita lain di tempat wisata, ya diceritakanlah ke Neng apa adanya. Mengetahui info begitu, saya menduga, bukan hanya si Neng yang seperti disambar geledek, tetapi juga mungkin mamahnya serta adiknya yang masih SMP. Adik saya melanjutkan ceritanya ke saya.

“Mamah Neng dan juga Neng, langsung menanyakan ke ayahnya pas si ayah libur ke rumah soal cerita kawan Neng yang pernah lihat si ayah jalan bareng sama perempuan lain. Saat itu, kata Neng, si ayah sudah bersumpah-sumpah demi Tuhan tidak pernah jalan sama wanita lain. Pokoknya, si ayah Neng tidak mau ngaku!” lontar adik saya seperti diceritakan Neng.

Saya belum tahu lagi sampai dimana duduk persoalannya keluarga Neng. Saya hanya berharap, laku yang amat dibenci agama itu tak terjadi dan bisa diselesaikan secara damai. Walau begitu, saya masih pantau akun Facebook si Neng. “Membuka Lembaran Baru w/ mama & ade tersayang :):*,” begitu bunyi statusnya.

Kata mama seseorang yang benar2 sayang sama kita….dia akan mencari dan mengejar kita walau sejauh apapun itu dan dimanapun kita berada # catett,” celotehnya lagi sambil mengutip kata-kata Mamahnya, yang menurutnya menjadi falsafah hidup mereka.

Inget wae ka ayahanda inget wee kana lucuna, kana kanyaahna, kana belana, tapi eta baheula. Ayeuna mh ngan tinggal kenangan masa2 indah eta teh, saukur bisa ngeclakeun cimata . Ayah baca tah status ananda (Ingat terus sama ayah, ingat sama lucunya, sama kasih sayangnya, sama pembelaannya. Tapi, itu dulu. Sekarang hanya tinggal kenangan masa-masa indah itu, hanya bisa meneteskan air mata. Ayah, silakan baca status saya).”

Kali ini ada status Neng yang-saya pun belum tahu maksudnya. Seperti menemukan sosok pengganti ayah….Makasiiihh sayang. O, saya menduga, Neng punya pacar, dan si cowoknya itu menyipati ayahnya. Makanya, dia nulis statusnya begitu.

16 jam lalu, seperti tertulis di akun Facebook Neng, “Ya Alloh berikanlah aku kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi smua ujian-Mu....”

Iklan

8 thoughts on ““D Ujung Perceraian A”

  1. Ping-balik: Percakapan 2 Wanita Dewasa… | anzielova

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s