Part III: Imam Kurniawan Jatuh dari Motor

Ini ponakan saya, Imam Kurniawan itu.

Ini ponakan saya, Imam Kurniawan itu.

Ada-ada saja yang dialami keponakan saya ini. Sabtu (10/8), hampir dua pekan lalu, atau tepat pada lebaran ke-3, Imam Kurniawan jatuh dari motor Honda Beat hitamnya, di suatu siang yang terik, di tengah ratusan hektar perkebunan karet milik pebisnis terkemuka, Aburizal Bakrie. Akibatnya, ponakan pehobi main game itu mengalami luka lecet di bagian lutut, perut sebelah kiri, serta di dampal tangannya.

Luka di lutut. Lumayan juga, ya.

Luka di lutut. Lumayan juga, ya.

Kecelakaan yang dialami Imam, yang kini tengah duduk di bangku SMA swasta di Kota Bengkulu, itu terjadi saat dia hendak pulang ke rumah sehabis membeli 5 kepala ayam potong di Pasar Air Muring, Putri Hujau, Kabupaten Bengkulu Utara, atau sekitar 30 kilometer dari rumah saya. Kok bisa, ya jatuh dari motor? Ponakan saya itu punya alasan sendiri.

Luka di dampal tangan. Pedih.

Luka di dampal tangan. Pedih.

“Enggak tahu persis, Mang! Kalau enggak salah, motor yang Imam tumpangi menabrak sebuah batu, lalu ban depan langsung tergelincir ke kanan, aku terjatuh lah di sana tengkurep. Lutut dan kedua tangan jadinya mengepel jalan berlubang itu, Mang!” tutur Imam sambil meringis begitu sampai di rumah.

Di bagian perut sebelah kiri juga luka.

Di bagian perut sebelah kiri juga luka.

Imam tak sendirian waktu itu. Ia ke Pasar Air Muring ditemani dua ponakan lain: Ari Kurniawan, yang tak lain adalah adik Imam, serta Sahrul Hidayat. Keduanya berboncengan, sementara Imam pakai motor sendiri. Anehnya, kata Imam, pas dirinya terjatuh, kedua ponakan saya malah enggak langsung menolong. Mereka malah ketawa-tawa.

Seharusnya ini disensor, tapi, mau gimana lagi.

Seharusnya ini disensor, tapi, mau gimana lagi.

“Bukannya menolong, Ari dan Sahrul malah diam aja lama. Baru setelah itu dekat ke Imam dan memboyong Imam ke pinggir jalan.” Akhirnya, kata Imam, dia yang dibonceng Sahrul, dan Ari bawa motor sendiri sampai rumah. “Tiap orang yang punya motor, kayaknya pernah jatuh! Itu biasa, asal jangan parah! Semuanya ada hikmahnya, kok,” ucap saya.

“Hikmah apaan, Mang! Sakit yang ada. Kalau udah begini, kan enggak bisa ke mana-mana. Sakitnya ke sekujur tubuh, woy!” Imam bersungut-sungut pas saya bilang kalau tiap kejadian, termasuk jatuh dari motor mengandung hikmah. “Minimalnya, kalau sudah pernah jatuh, ke depannya Imam merasa kapok, trauma. Kalau sayang sama nyawa, ya harus lebih hati-hati, enggak usah ngebut lagi,” bilang begitu saja saya. Imam diam. Saya foto aja luka yang tergores jalan berkerikil itu. Klik!

“Tenang, Mam! Paling-paling dua minggu baru kering lukanya. Yang paling lama kering itu, biasanya luka di bagian lutut. Bagian itu kan kulitnya sering bergerak. Sabar aja, deh, Mam! Nanti malam, pasti kamu enggak bisa tidur!” lanjut saya. Kalau sudah begitu, merengek-rengeklah ponakan saya itu ke ibunya. Semuanya minta dilayani.

Walau begitu, hari ini Imam bisa sekolah. Lukanya, saya lihat kemarin sudah kering.

Sembuh..sembuh. Kering..kering.

Sembuh..sembuh. Kering..kering.

24 thoughts on “Part III: Imam Kurniawan Jatuh dari Motor

  1. Aduuuhhhh nyerii nyerii euy!
    Aku jadi inget pas dulu jatoh dari motor.. -_-
    Lukanya serem kayak gitu juga.. Terus aku obatin pake Jelly Gamat deh. Lukanya jadi cepet kering deh.. (ini based on true story aku ya.. bukan promosi)

    Btw.. semoga cepet sembuh keponakan!!

    • Nyeri..nyeri..nyeri teing.O, pernah jatuh juga Beki? Pasti gak brani ngebut lagi ya skarang? Jelly Camat, di apotek ada, kan? Mau beli ah..

      “Makasih doanya tante, ya,” kata aya ke keponakan.

      • Aku jatoh bukan karena ngebut.. -_-
        Aku jatoh pas dibonceng dan motor yg lagi aku dudukin itu keserempet mobil. T,T
        Kalo ngebut mah, sampe sekarang teteeeppp.. :3

        Jelly G A M A T . Jelly Gamat. Bukan Camat. Hahahaha.. Berasa pak camat produksi jelly2an dah.

        Aku gatau beli Jelly Gamat dimana.. waktu itu udah ada di rumah aja tuh barang. Coba kamu search di google.. :p

      • Haha. Itu tho masalahnya, KESEREMPET! Yang lebih menyakitkan itu, penyerempet gak tanggungjawab,

        O, maaf, aku lagi teringat bu camat tetanggaku…ha

        Oke, deh! Googling first. Thanks infonya, ya Beki.

  2. Ya ampun… harus hati-hati nih…. Batu-batu di jalan gitu memang cukup berbahaya…. Lumayan juga yah itu lukanya. Untung bisa segera sembuh dan kering….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s