Guru Honor, Tes CPNS, dan Relawan Mudik

Saya sempat ngobrol dengan seorang guru honorer, kemarin (2/8/2013). Katanya, ia baru satu kali mendaftar menjadi CPNS pada 2010. Namun, keberuntungan belum memihak saat itu. Bagi dia, keinginan untuk menjadi PNS bukanlah berasal dari lubuk hati terdalamnya. “Mamah dan papah terus dorong saya supaya daftar CPNS kalau ada lowongan,” ucapnya.

Kendati demikian, Siti-nama asli guru honor di beberapa sekolah di Majalaya, Kabupaten Bandung, itu tetap antusias mengikuti proses seleksi CPNS 3 tahun lalu. Rencananya, pada 2013 ini pun, mahasiswi angkatan 2006 UIN Bandung tersebut akan coba kembali ikut mendaftar jadi abdi negara itu. Tujuannya satu: menyenangkan hati kedua orangtuanya yang juga berprofesi sebagai guru.

Ia bercerita kalau seleksi pada 2010, dirinya bukan saja mengikuti di satu instansi. Namun, sampai di dua, bahkan tiga lembaga. “Alternatif aja, sih. Kalau enggak lulus di kabupaten ini, barangkali beruntung di daerah lain. Untungnya, waktu tesnya tak bersamaan, jadi enak ngaturnya. Ya, itung-itung sambil jalan-jalan sama teman-teman lain,” ucapnya antusias.

Tahun ini pun, ungkap Siti yang tinggal di Selokan Jeruk, Kabupaten Bandung, ini akan mencoba  bukan hanya di satu instansi. “Kebetulan, kalau tidak salah lowongan CPNS guru 2013 semua kabupaten/kota di Jabar tak membuka semua. Tapi hanya beberapa, yakni Bogor dan Kabupaten Bandung Barat. Ah, pokoknya saya mau ikutan di dua lokasi itu,” kata Siti.

Semua berkas persyaratan, ungkap Siti sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Ia pun mengakui, kalau persaingan pada penyelenggaraan tes CPNS ketat. Ia harus bersaing dari berbagai lulusan universitas lain di Jabar, bahkan dari luar provinsi terbanyak penduduknya di Indonesia ini. “Enjoya aja, sih. Kalau ditakdirkan lulus, aku kira rezeki enggak kemana.”

Sudahkah Siti menyiapkan segepok uang, jika peluang itu ada demi lulus jadi PNS? “Ah, enggak! Saya enggak pake uang. Uang saya keluarkan hanya untuk mengurus administrasi saja, terus buat ongkos ke sana ke mari. Selebihnya, apalagi misalnya untuk nyogok, rasanya enggak, deh! Lagian, saya daftar CPNS untuk iseng, selain dorongan orangtua,” imbuhnya.

Makanya, si Siti ini supaya kebutuhannya terpenuhi, ia tak hanya mengajar di satu sekolah, tapi di beberapa sekolah. Belum lagi mengajar bimbel. Senin-Jumat waktunya full buat mengajar murid-murid. “Meski saya honor, tetapi maunya gaji saya bisa melebihi yang udah PNS!” celetuk Siti, alumni jurusan Tarbiyah, ini sambil tertawa. Untuk itu, saat libur di bulan Ramadan ini, ia mencari penghasilan tambahan menjadi relawan di posko mudik yang didirikan salah satu partai.

“Itung-itung cari tambahan buat belanja lebaran lah. Yah, kerja mah di mana saja bisa, asal kita mau. Kebetulan, ada teman yang ngajak buat jadi relawan di posko mudik ini, ya udah saya terima. Awalnya, saya enggak lihat gajinya berapa. Yang penting, saya bisa berkontribusi ke sesama, terutama kepada pemudik yang membutuhkan bantuan,” ungkap wanita 25 tahun yang masih lajang ini.

Sebelum mengakhiri obrolan sore kemarin itu, saya iseng tanya ke dia,”Eh, memangnya kamu enggak malu sebagai guru, lantas nongkrong di pos mudik ini jadi relawan? Kalau, misalnya tak sengaja ada murid kamu yang lihat, gimana?”

“Kok, malu, sih? Nyantai aja kali. Lagian, apa yang saya lakukan ini halal, kan? Saya bukan tipe orang yang gengsian, ya! Ha..ha. Kalau ada anak muridku lihat, ya udah, mereka saya suruh langsung ke posko ini, bahwa ibu gurumu di tempat ini lagi nongkrong sambil bantu para pemudik yang kebingungan, harus naik bis apa ke kota anu. Cukup, kan?”

Itu dia Siti (mengenakan kerudung, red). Maaf, ya Siti, enggak izin dulu, nih. He.

Itu dia Siti (mengenakan kerudung, red). Maaf, ya Siti, enggak izin dulu, nih. He.

 

 

11 thoughts on “Guru Honor, Tes CPNS, dan Relawan Mudik

  1. setiap peluang dapet rizki, mesti dijemput aja. gak cukup sekali dua kali, tes aja terus, kalo udah rizki pasti dapet. kalo jadi relawan, ini mesti dari lubuk hati terdalam. baidewei, mohon maaf, ya sob. kali kali ada salah ane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s