Astana Anyar, Surganya Hape Seken Murah?

Di sekitar kanan-kiri jalan inilah banyak dijual hape-hape seken berbagai ukuran dijual.

Di sekitar kanan-kiri jalan inilah banyak dijual hape-hape seken berbagai ukuran dijual.

Kalau mau hape murah, kata beberapa kawan saya silakan datang saja ke jalan Astana Anyar, Kota Bandung. Di daerah yang tak jauh dari Alun-alun Kota Bandung tersebut, segala jenis hape ada di sana. Di kanan-kiri jalan, di depan toko-toko menghampar penjual hape seken berbagai merek dan ukuran. Bukan hanya khusus menjual hape, ada pula sebagiannya yang menjajakan batre hape, casan, serta aksesoris lainnya.

Secara tak sengaja, pada Kamis (25/7/2013) sore, sambil ngabuburit saya diajak seorang kawan melewati daerah Astana Anyar itu. Kata teman saya, kalau di AT itu banyak dijual hape-hape murah dari beragam merek hape serta ukuran. Mulai hape model lama segede balok, sampai hape-hape zaman kiwari yang kian canggih, seperti blackberry, ipad, maupun android. Sampai di lokasi, vespa jadul yang kami bawa diparkir di dekat musala, di antara rimbunan pohon-pohon besar.

Di deretan musala itu, beberapa penjual hape seken duduk lesehan. Di depannya ditumpuk sekitar puluhan hape-tentu saja dari berbagai merek. Saya lihat, di sana ada Nokia, Siemen, Cross, bahkan adapula blackberry. Iseng-iseng saya dekati si penjual hape itu, meski telah lebih dulu berkerumun dua-tiga orang di sana. Ya, mereka mengelus-elus hape itu, lalu mencoba menawarnya.

Calon pembeli hape seken di sekitar Astana Anyar tampak mengubrak-abrik alat komunikasi itu.

Calon pembeli hape seken di sekitar Astana Anyar tampak mengubrak-abrik alat komunikasi itu.

“Kalau yang ini berapa, Mang?” Saya coba tanyakan ke si mamang penjual berkumis lebat itu. “O. Itu 1,5 juta, A!” Gubrakkkk! 1,5 juta??? Yang benar aja lah! “Mening beli yang baru kalau harganya segitu, Bro!” kata kawan saya menimpali. Saya juga setuju dengan kawan saya itu. Yang saya tawar itu, saya tahu kalau itu BB seken. Tapi, kok mahal, ya? O, yang murah itu barangkali hape-hape Nokia jadul, kali, ya? Ha. Kami terus bergeser ke penjual hape lainnya, masih di jajaran musala.

Kata kawan saya, sebetulnya kita agak terlambat datang ke daerah itu kemarin. Seharusnya, kalau mau rame datang ke AT ya agak pagian atau di bawah dhuhur. Benarnya saja, di sepanjang jalan itu hanya segelintir saja yang masih menjajakan dagangannya. Ya sudah, kami bawa vespa untuk mencari penjual hape lainnya, atau mutar balik. Eh, ternyata ada. Ramai. Orang-orang berkerumun di satu titik. Kami datangi mereka.

Kaget juga saya begitu sampai di dekat kerumunan itu. Tumpukan hape berbagai jenis, ukuran,serta merek bertumpuk menggunung di depan sebuah toko yang sudah tutup. Kerumunan orang-orang yang sedang memilah-milih hape tampak antusias sambil sesekali bertanya mengenai harganya. Menyaksikan seperti itu, saya dan kawan mulai mendekati para calon pembeli yang tampak menyemut. Riuh terdengar saat saya mendekatinya. Aktivitas mereka pun diam-diam saya abadikan dengan kamera ponsel. Klik!

Bingung, mau pilih yang mana, ya?

Bingung, mau pilih yang mana, ya?

Wuihhh! Tumpukan hapenya, Bro! Banyak banget, deh! Kayak jeruk medan yang suka dijual di pinggir-pinggir di sepanjang jalan, misalnya di Bay Pass atau jalan Soekarno-Hatta. Warna-warni. Saya membayangkan, dari mana si penjual itu dapat hape sebanyak itu, ya? Kalau dikarungin, mungkin ada sekitar 3-4 karung! Selain berhasil memfoto aktivitas antara penjual dan calon pembeli serta-entah mungkin ribuan hape itu, saya pun ikut memegang-megang hape itu. Ya, nyentuh-nyentuh aja, sih. Kalau beli, rasanya belum, soanya di kantong celana-duit saya hanya 25 ribu!

Tumpukan batre hape juga dijajakan. Ayo, pilih!

Tumpukan batre hape juga dijajakan. Ayo, pilih!

Minimalnya, apa yang teman-teman saya bilang, kalau di Astana Anyar adalah tempat dijualnya hape seken, maka saya sudah menyambanginya kemarin. Dan terbukti, pas saya coba tanyakan ke salah satu penjual hape, ternyata, kalau hape sekelas BB itu belum bisa dikatakan murah. Kalau hape jenis lain, nah, itu dia saya belum sempat menanyakannya. Soalnya, kemarin itu, selain waktunya terburu-buru, hujan mulai merintik. Maka, kami sudahi ziarah ke AT sore itu dengan perasaan lega, bahwa saya jadi tahu-bila suatu saat punya duit berlebih akan datang ke sana lagi. Benarkah?

Nah, ini dia Vespa tahun 1976 yang mengantarkan kami sampai ke Astana Anyar.

Nah, ini dia Vespa tahun 1976 yang mengantarkan kami sampai ke Astana Anyar.

Iklan

33 thoughts on “Astana Anyar, Surganya Hape Seken Murah?

  1. Katanya….katanya lho ya, disana banyak juga terkenal sama hape curian….tapi katanya lho,,
    hihihihihi

    Itu vespanya mirip sama punya temen sayah. Sama2 taon 76 juga loh tapi warnanya oranye 🙂

    • Iya juga, sih, Teh! Makanya, saya ge curiga dengan banyakny ponsel yang berserak begitu.Ha. Jadinya ragu mau beli barang di sana-walau katanya super murah. Yup, itu Vespa jadul 1976-an. Fotoin ya vesps teman teteh..

      • Dan untung-untungan juga klo kita beli trus dapet yang kualitasnya masih bagus …. tergantung amal juga meuruen yah, hehehehe

        Vespanya jarang dibawa jalan lagi euy, tapi bertahun-tahun naik vespa itu memang tiada duanya. Banyak kenangan pisan lah :))

      • Haha. Tapi kan amal meningkat kalo bulan puasa begini, Teh. Makanya, huntingnya skarang aj. Kenangan yg paling indah adalah,, vespanya sering macet dan didorong, kan? Ha

  2. makasih sebelumnya udah mempromosikan astana anyar sebagi surga hp bekas.untuk dicatat semua hp di (astar) biasa kami menyebut itu hp dari konsumen biasa tukar tambah dan hp matot yg dibeli dilpak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s