Menulis Tentang Mereka

Daripada enggak ada foto, ini saja yang saya tempel di sini. Maaf, pak Tifatul Sembiring! (sumber: Majalah Tempo, edisi Senin (22/7)

Daripada enggak ada foto, ini saja yang saya tempel di sini. Maaf, pak Tifatul Sembiring! (sumber: Majalah Tempo, edisi Senin (22/7)

Kawan-kawan saya terus menanyakan kepada saya, perihal sudah atau belum saya menuliskan tentang kisah mereka sejauh yang saya kenal dan tahu. Mendengar pertanyaan itu, saya sementara bilang,”Ya, siap! Bahannya masih diolah, masih dipikirkan, kira-kira dari sudut mana saya menulis!”  Saya juga tidak mengerti, mengapa tiba-tiba beberapa kawan saya-utamanya yang sering bareng-bareng sama saya, kok meminta saya menuliskan kisah mereka di blog ini. Bahkan, satu di antara mereka bilang,”Pokoknya, tulis saja tentang kami apa adanya lah. Terserah kamu, mau yang jelek-jeleknya,  bagus-bagusnya, atau apapun lah. Yang penting ada cerita dan tulis di blog kamu!” begitu katanya.

Namanya permintaan, kalau memang sanggup dilakukan, ya lakukan. Kalau pun tidak, ya tinggal bilang dengan sopan tidak sanggup sembari membeberkan beragam alasannya. Begitu pun dengan saya. Rasanya, kalau sekedar diminta untuk menuliskan sesuatu tentang mereka (kawan-kawan saya) sejauh yang saya tahu dan rasakan, kenapa tidak. Makanya saya mau jujur sama mereka, jangan salahkan saya kalau tulisan yang saya bikin nanti-setelah mereka membacanya bikin kening berkerut, ketawa-tawa, atau, mungkin malah ada yang coba menyangkal,”Woy, mana ada aku begitu. Ngarang kamu mah!” Ya, itu terserah. Tugas saya hanya menulis apa yang saya tahu tentang mereka-selama bergaul sama saya.

Yang meminta saya untuk menuliskan kisah mereka itu ada tiga orang. Mereka ini, saya kenal betul-untuk tidak mengatakan kenal keseluruhan, tentang apa saja tingkahnya yang bikin lucu, aktivitas kesehariannya, hobinya, makanan/minuman kesenangannya, sampai hal-hal kecil yang sempat saya rekam dan rasakan. Siapa mereka itu? Ya dia adalah Rovi alias Bengo, Feri alias Ibenk, Fahmi alias Tebo, dan terakhir Dasam alias Komet. Yang saya sebutkan terakhir itu, dia memang tidak tahu kalau saya bakal menuliskan tentang dia di sini nanti. Saya kira, dia bakalan senang kalau riwayat singkatnya didedahkan di gubuk maya saya ini.

Kawan-kawan saya yang super menjengkelkan itu, pertama kali mengutarakan ke saya mengenai permintaan dituliskan kisahnya di blog saya-sekitar awal-awal puasa kemarin. Itu berawal dari-salah satu dari mereka sempat mengintip tulisan-tulisan saya di blog ini. Lalu, kenapa mereka malah menyuruh saya menuliskan tentang diri mereka di blog saya? Padahal, saya tahu, mereka juga adalah blogger-meski kurang aktif. Belum lagi, dua di antara empat kawan itu-malah kerap menulis di beberapa koran lokal  di Jawa Barat. Membaca dan menulis adalah hobi akut mereka. Soal menulis, saya pun mengaku kalah sama mereka!

Beruntung saya bisa akrab sama mereka. Yang tak kalah penting adalah kami juga dipersatukan oleh sebuah komunitas di mana kami berkumpul, berdiskusi, dan saling tukar pikiran seputar isu-isu hangat yang sedang terjadi, ataupun membicarakan sejarah umat manusia zaman purba. Maklum, organisasi tempat kami berkumpul ini hanya memfokuskan pada dunia literasi dan tak ada hubungannya dengan politik. Ini murni organisasi yang mendidik kadernya untuk menjadi manusia yang tahu dan bisa memberdayakan manusia lain.

Okelah. Entah kapan, mungkin beberapa hari lagi saya akan menampilkan tulisan yang isinya tentang kawan-kawan saya-khususnya yang meminta cerita mereka ditulis di blog ini. Baiklah, kawan, saya akan jujur menceritakan apapun yang tahu, kenal, rasakan, bahkan, yang saya tidak tahu akan saya coba cari tahu. Bukan apa-apa, semakin saya tahu tentang kamu-semakin banyaklah kata-kata yang saya deraikan di sini. Wait and see, ya!

23 thoughts on “Menulis Tentang Mereka

  1. Jadi penulis Biografi teman sendiri rupanya… hehehe🙂 setidaknya bisa bljar bulis biografi orng, mas🙂

    salm kenal🙂
    Ini nih kunjung balik… hehehe🙂

    peace v🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s