Ular Pondok Kubang

Anak-anak memandangi seekor ular yang ditangkap salah satu warga di Pondok Kubang, pertengahan 2012.

Anak-anak memandangi seekor ular yang ditangkap salah satu warga di Pondok Kubang, pertengahan 2012. (Cecep Hasanudin/hasannote.wordpress.com)

Waduh, kalo inget ini, saya agak ngeri-ngeri juga, nih. Bayangkan, di suatu sore yang tenang, tiba-tiba saya diajak oleh seorang teman, yang kebetulan dia ini reporter Tv di daerah saya, Bengkulu, pertengahan 2012 lah. “Cep, ayo antar saya! Di Pondok Kubang (salah satu kecamatan di Kabupaten Bengkulu Tengah) ada orang nangkap ular. Cepat, kalo mau aku tunggu di rumah sekarang! Kita satu motor saja ke sana!” begitu kata kawan berkaca mata itu. Padahal, saat itu saya sedang makan sore. Gimana, ya? Nolak, enggak, ya? Makan pun saya cepat-cepatkan. “Oke! Tunggu bentar, Bang! 10 menit lagi aku ke rumah!” kata saya kemudian.

Pas saya sampai di depan rumah kawan itu, ternyata dia sudah menunggu saya di mulut gerbang rumahnya, di bawah pohon sawo nan rindang. Mesin motor Mega Pro-nya menyalak, bak anjing yang siap menerkam babi hutan. “Cepat lah dikit! Simpan motor kau di samping rumah. Soalnya pak kades sudah nelepon-nelepon, dia suruh ngeliput ular hasil tangkapan warga.” lontar kawan yang asli orang Bengkulu itu. Saya segera naik motor gede-nya. Kami pun langsung meluncur! Ngebut pokoknya! Lampu merah saja kami terobos! Maaf, deadline! Sedikit saja telat, ular yang sedang dikerumuni warga itu mau dibunuh. Gitu, rencana warga sekitar, seperti dikatakan kades ke kawan saya ini.

Jarak dari kota Bengkulu ke Pondok Kubang, persisnya saya belum mengukur. Kalau dikira-kira, ya barangkali 15 kilometer. Bermotor itu saja kurang lebih setengah jam. Tapi, karena posisi rumah warga yang nangkap ular ini letaknya agak pelosok, ya kami habiskan sejam lah waktu itu. Jalan menuju rumah itu masih tanah. Berdebu. Melewati jalan terjal, naik-turun. Bayangkan kalo pas ujan, wuih, mobil atau motor saja enggak bisa lewat. Maklum, daerah ini termasuk wilayah baru yang dimekarkan dari Kabupaten Bengkulu Utara. Baru lima tahun jadi kabupaten Bengkulu Tengah.

Akhirnya, kami sampai juga di tujuan. Waw, rame sekali. Bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, pemuda-pemudi-mereka semua kumpul di depan salah satu rumah warga sekitar. Melihat kami sampai, warga langsung riuh. “Wartawan datang..wartawan datang. Nanti malam pasti masuk tivi kita,” omongan para warga yang saya dengar begitu. Motor diletakkan di pinggir jalan. Saya melompat ke arah kerumunan warga. Di tengah-tengah himpunan warga itu, terbentang ular. Panjang lah yang jelas. Kawan yang jadi reporter itu, dari dekat motornya langsung mengaktifkan handicam-nya. Menangkap suasana sekitar.

Sambil memotret ular yang tak lagi berdaya itu, saya pun membelai tubuhnya. Saya pegang-pegang dia. Perlahan, saya rasakan ular itu menggeliat. Ah, takut! Tapi, saya enggak takut, wong ular-di bagian kepalanya sudah dikerangkeng tali akar pohon. Mulutnya tak bisa menganga lagi. Ada rasa kasihan saya sama ular yang biasa memangsa babi, kambing, ayam, atau binatang lainnya ini. Waduh, semoga kau tak jadi disembelih warga sini. Meskipun saya tahu, kata warga sekitar kalau ular ini tak dibunuh, malah mengganggu warga, utamanya ternak milik warga.

Saya tanya-tanya lah ke warga yang kumpul di sana kenapa ular itu sampai ketangkap. Salah satu warga, entah siapa namanya menuturkan kalau ular itu ditangkap di sebuah kebun milik warga. Pemilik kebun, bahkan sempat terluka di tangan kanannya karena sempat digigit ular itu saat hendak menangkap reptil ini. “Tangannya kena. Tapi untungnya, orang itu bisa mengendalikan dan akhirnya ular ini bisa ditangkap dan dibawa ke sini,” katanya.

Kata kades, pihaknya telah menghubungi BKSDA, namun tak nyambung juga. Kalau tak bisa dihubungi terus, maka ular itu terpaksa dilumpuhkan demi keamanan warga sekitar.

Kawan saya bilang seminggu kemudian, ternyata ular yang sempat diliputnya mati. Ya udah.

3 thoughts on “Ular Pondok Kubang

  1. Kalo ular ini mematikan lawannya dengan cara melilit dan meremukkan tulang sebelum akhirnya dimakan kan yah?
    Baru beberapa hari lalu sepupuku sempat koma kena bisa ular kobrašŸ˜¦ ngeriii!
    Jadi ular ini akhirnya mati??? KasianšŸ˜¦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s