Memungut Pundi di Pasar Gede Bage

hiujii

Menatap tak tajam

Menunggu uluran

Menunggu uluran

Masih terus menanti, sambil di ujung kakinya tasbih hijau muda.

Masih terus menanti, sambil di ujung kakinya tasbih hijau muda bertengger, lalu diputar-putarnya.

Alhamdulillah, dzikirmu tak sia-sia. Tuhan cepat menjawab keinginanmu.

Alhamdulillah, dzikirmu tak sia-sia. Tuhan cepat menjawab keinginanmu.

Makin riuh pasar, rupiah pun terus berguguran.

Makin riuh pasar, rupiah pun terus berguguran.

Pundi-pundi itu, perlahan dipindahkan ke dalam tas gendong miliknya.

Pundi-pundi itu, perlahan dipindahkan ke dalam tas gendong milikmu.

Lantunanmu sama sedari awal,"Semoga yang sedang berpuasa selalu diberikan kekuatan oleh sang Maha Kasih.

Lantunanmu sama sedari awal,”Semoga yang sedang berpuasa selalu diberikan kekuatan oleh sang Maha Kasih.”

Tepat di hari ke-5 puasa Ramadan, Minggu (14/7/2013) pagi saya dan dua orang kawan  jalan-jalan ke pasar Gede Bage, satu dari dua pasar induk di Kota Bandung. Tujuan kami mulia: membeli baju murah! Terus, biasanya, tiap pekan pada hari Minggu, di pasar itu ada yang menjual buku-buku serta majalah bekas. Dan, harganya murah!

Sementara kedua teman saya sedang bertransaksi dengan pedagang baju/celana, saya tanpa minta izin mereka-langsung ngeloyor. Selang beberapa langkah, di depan saya sudah ada seorang bapak sedang duduk lesehan di lantai pasar. Bapak itu, saya dengar terus meluncurkan ungkapan-ungkapan yang membuat orang di sekitarnya, utamanya yang lewat di depannya, dengan terpaksa ataupun tidak-harus merogoh kocek, lalu diletakkannya pada wadah yang tersedia.

Saya pun terus mondar-mandir di depan bapak itu sambil menunggu momen yang tepat. Meskipun, sebetulnya, saya agak takut-takut memotret aktivitas bapak ini. Belum lagi,  kamera yang saya gunakan bukan kamera DSLR, melainkan kamera  di ponsel. Jadi, harus benar-benar mencari cara, bagaimana supaya gambar yang dihasilkan pas, tidak kabur.

Oke, Pak! Maaf dalam pengambilan gambar ini saya tak meminta izin lebih dulu. Sebab, saya yakin-andai saya beritahu dulu, bapak sulit untuk mengizinkannya. Klik! Klik! Klik!

Teks dan Foto: Cecep Hasannudin/www.hasannote.wordpress.com

Iklan

11 thoughts on “Memungut Pundi di Pasar Gede Bage

  1. bagus jepetannya.

    Saya jadi pengen nitip buku-buku bekasnya.

    Tapi, kok kebiasaan banget sih nggak nyelesaiin tulisan?
    udah berapa tuh tulisanmu yang bersambung dan belum ada lanjutannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s