Mang Jajang, Si Tukang Cukur Rambut SBY

Saya baru tahu kalau ternyata presiden kita tercinta, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) punya tukang cukur alias potong rambut pribadi. Tiap kali orang asli Pacitan, Jawa Timur, itu hendak potong rambut, ternyata orang Garut lah yang ia panggil. Maklum, SBY sudah berlangganan potong rambut sama orang yang berasal dari Kota Dodol itu sejak tahun 1998. Kala itu, kalau tak salah suami dari Ani Yudhoyono itu sedang memegang jabatan tinggi di lingkungan TNI. Saya bayangkan, ternyata di balik rapinya rambut SBY ada peran wong cilik di sana, yakni Mang Jajang, begitu kawan-kawannya biasa memanggil.

Tentang siapa yang sering motong rambut pentolan Partai Demokrat itu saya dapat dari seorang teman. Kebetulan, ia asli dari Desa Bina Karya, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Menurut kawan yang memiliki nama pena Sabil El-Ma’rufi, ini terdapat dua desa di kecamatannya yang terkenal orang-orangnya berprofesi sebagai tukang potong rambut. “Desa satunya lagi Desa Bageundit. Pokoknya, hampir seluruh penduduknya bermata pencaharian jadi tukang cukur. Pokoknya, dua desa itu cukup tersohor. Aki (kakek) saya pun mulai jadi tukang potong rambut sejak 1940-an, buka lapak di kawasan Cikapundung, dekat kampus Unisba, Bandung.” kata Sabil serius.

Bagaimana dengan Mang Jajang si tukang cukur rambut pak SBY? Sambung, Sabil, Mang Jajang adalah orang asli Banyuresmi yang merantau ke Jakarta sejak muda. Di ibu kota yang kini dipimpin oleh Joko Widodo alias Jokowi itu, Mang Jajang membuka tempat untuk memangkas rambut di kawasan ramai. Saya lupa menanyakan ke Sabil, mengenai letak mangkal Mang Jajang. Jelasnya, di tempat mangkalnya itu, Mang Jajang banyak didatangi pelanggan. Katanya, pelanggannya itu dari kalangan TNI, salah satunya adalah yang kini jadi presiden, SBY. Lantaran dinilai hasil cukuran Mang Jajang bagus dan memuaskan, maka SBY, kala itu  memintanya untuk menjadi  tukang cukur pribadinya. “Sampai sekarang, SBY kalau mau cukur rambut, ya ke Mang Jajang!” tukas Sabil.

Sabil memang tahu betul kiprah Mang Jajang di dunia percukuran rambut. Maklum, si tukang potong rambut pribadi Yudhoyono itu adalah tetangganya di desa. Kalau diurutkan, kata Sabil Mang Jajang dan dirinya masih ada ikatan keluarga dari pihak ayah. Sabil menceritakan, pada awalnya Mang Jajang tidak tahu kalau pelanggan-pelanggan di tempat cukurnya, sebagian besar mereka adalah pejabat. Intinya, Mang  Jajang tahunya memangkas rambut, tanpa memikirkan siapa sebenarnya rambut yang ia rapikan bahkan sampai dibotaki itu! “Pas diberitahu oleh kawannya, barulah Mang Jajang ngeh, bahwa rambut yang ia potong adalah pejabat tinggi,” lontar Sabil yang juga pernah jadi tukang cukur di Bekasi dan Bandung ini.

Saya membayangkan, gimana rasanya jadi tukang cukur pribadi pak SBY. Apakah saya enggak deg-degan saat mulai menggunting helai demi helai rambutnya? Apalagi, malah saya takut salah, jangan-jangan hasil potongan saya itu tidak disukai oleh orang yang kini sedang menjabat presiden untuk kedua kalinya itu. Belum lagi, saking gemetarannya, saya bukannya motong rambut, malah motong telinganya. Aduh, enggak, ah saya jadi tukang cukur rambut. Membayangkannya saja ngeri. Maaf, ya pak SBY kalau saya ngelantur. Tapi, memang benar-saya pasti akan gemetaran kalau benar-benar ketemu orang nomor satu di tanah air ini. Apalagi, sampai mencukur rambutnya.

Bagaimana dengan Mang Jajang sendiri? Seperti apa pengalamannya menjadi tukang cukur pribadi SBY hingga bertahun begitu? Grogikah atau kekikah dia saat memotong rambut SBY? Lalu, pada saat rambut ayah Edi Baskoro Yudhoyono itu mulai dipotong, ngobrol apakah mereka? Seputar apakah obrolan mereka? Lalu, kalau sudah begitu, berapa gaji sekali potong rambut SBY buat Mang Jajang? Atau, minimal, berapa gaji sebulannya yang Mang Jajang terima? Maaf sekali saudara, untuk tahu tentang itu semua, saya tidak mendapatkannya dari Sabil. “Wah, pokoknya kalau Mang Jajang disuruh ke rumah SBY untuk motong rambut, dia bawa mobil mewah! Asli, mewah banget!”

Sedianya saya harus menemui Mang Jajang. Bila perlu, ya pak SBY juga harus saya tanya soal pengalaman  rambutnya dipotong  oleh orang Garut ini. Minimal, kalau saya benar-benar dapat berjumpa dengan pak SBY, saya tahu apa saja sih kesannya dengan tukang cukur rambut pribadi. Sabil pun menyarankan saya agar menemui Mang Jajang. Bagusnya, sih sepeti itu. Tapi, di mana Mang Jajang sekarang? “Biar lebih lengkap, ya kalau bisa datangi langsung Mang Jajang. Mungkin sekarang lagi ada di Lembur  (desa), atau di Jakarta, ya?” Sabil balik bertanya. Dan, saya pun bingung. Suatu saat, Mang Jajang harus saya temui. Bagaimana dengan SBY sendiri, mau kau temui pemilik hasannote.wordpress.com? Bisa saja Tuhan mengizinkan, tapi entah kapan.

Setidaknya, dari cerita Sabil, sejak jadi tukang cukur, apalagi setelah dipercaya sebagai tukang cukur rambut pribadi presiden kita sekarang, Mang Jajang hidup berkecukupan. “Wah, rumahnya gedong tu di kampungnya. Edan, mewah pokoknya, deh! Bahkan, Mang Jajang banyak beli tanah di desanya. Anak-anaknya pun berkuliah sekarang. Itu semua, ya hasil profesinya jadi tukang cukur. Tukang cukur pribadi SBY, lagi! Orang Garut gitu, lho! Keren, kan orang Garut. Siapa sih yang enggak tahu orang Garut? Yang jualan Cuangki, Siomay, tukang sol sepatu, orang mana itu? Mereka orang Garut, Men!” ucap Sabil bangga, serius, juga sambil ketawa.

Saking semangatnya Sabil bercerita, ia pun menyinggung kalau ternyata kakak tertuanya juga jadi tukang cukur di Jakarta. Bahkan, Sambung Sabil, mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pernah motong rambut di tempat kakaknya itu. “Kakak saya enggak tahu kalau itu Luthfi, yang kini mondar-mandir datang ke KPK. Tapi, itu dulu, pas pak ustad belum bermasalah. Artis juga pernah, itu tuh Vino G Bastian. Belum lagi pejabat-pejabat lain.”

Pamannya sendiri, Sabil melanjutkan pernah suatu kali mencukur rambut raja dangdut, Rhoma Irama sebelum dia-yang biasa dipanggil Bang Haji hendak ke Tasik karena ada konser Soneta Group. “Pas uak (paman) buka tempat potong rambut di Bandung, Rhoma pernah mampir ke tempat uak minta dipotong rambutnya. Saking bangganya bisa memotong rambut pelantun “Perjuangan dan Doa”, itu uak lantas memotretnya. Hasil jepretannya dipajang di dinding. Sejak itu, tempat cukur rambut uak laris manis. Itu dulu, kalau sekarang uak enggak lagi jadi tukang cukur rambut, bangkrut!”

Jangan salah, kata Sabil tukang cukur di kampungnya yang merantau, baik ke Jakarta maupun ke Bandung-mereka pintar bicara berbagai hal. Mulai soal, ekonomi, politik, hukum, sosial, pendidikan, dan tek-tek bengek tentang keindonesiaan. Walau, sebetulnya-rata-rata para pencukur rambut itu tidak tamat bersekolah. “Jadi, tukang cukur di kampung saya mah bisaan (pandai) ngomong apa saja kalau diajak bicara, seperti dia tahu segalanya. Sebab, pelanggan mereka itu kebanyakan bukan orang sembarangan. Misalnya, ada guru, dosen, profesor, TNI, menteri, bahkan presiden! Sembari nyukur, si tukang cukur pastilah mengajak ngobrol ke pelanggannya. Trik ramah ini, selain basa-basi, juga supaya pelanggan merasa dihargai, dan di kemudian hari datang lagi ke tempat tukang cukur itu. Tapi tak sedikit, ada juga tukang cukur yang pendiam. Nah, biasanya, orang ini pelanggannya biasa-biasa saja dibandingkan dengan si tukang potong rambut yang ramah,” begitu Sabil mengakhiri ceritanya.

Saya bangga ke mereka: Mang Jajang, kakak tertua Sabil , dan juga pamannya yang jadi tukang cukur. Juga ke tukang cukur lain. Setidaknya, dari pekerjaannya menjadi tukang potong rambut dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Yang terpenting, buat saya adalah kekonsistenan serta keyakinan atas apa yang kita kerjakan, tentu akan menghasilkan kepuasan, apresiasi, dan tidak mudah memandang enteng pekerjaan, meski kalau ditilik pekerjaan memotong rambut terlihat sederhana, namun sesungguhnya amat butuh ketelitian.

Mau jadi tukang potong rambut pribadi saya?

 

 

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “Mang Jajang, Si Tukang Cukur Rambut SBY

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s