Lebaran di Bandung

Kayaknya lebaran tahun ini saya enggak bisa berkumpul sama keluarga di Bengkulu. Bukan karena apa-apa, saya hanya ingin mencoba, gimana rasanya di hari yang fitri itu tanpa berkumpul with my family tercinta. Ya sekedar coba-coba gitu. Sebab, selama bertahun-tahun, sejak saya dilahirkan sampai kemarin (lebaran 2012, red)   saya selalu menghabiskan berlebaran sama my parent and all keluarga besar. Kebetulan, saya sekarang  berada di Bandung. Mau pulang lebaran ini tanggung banget, sebab saya baru 3 bulan menapaki kota yang tak lagi berjuluk “Kota Kembang” ini. Maafin ya my emak and apak. I love you, kok!

Imam Kurniawan, ponakan saya yang masih SMA beberapa hari lalu mengirimkan sms. “Mang, lebaran pulang, gak?” Saya enggak langsung jawab, selain memang kebetulan saat itu pulsa di hape tinggal 123 lagi. Ada pulsa pun, rasanya saya enggak akan langsung jawab ponakan yang rindu  banget sama saya itu. Saya bingung mau jawab apa. Mau bilang,”Ya, insyaallah pulang, Mam!” Tapi setelah bilang begitu, eh tahunya enggak jadi ke Bengkulu. Mau balas,”Kayaknya enggak pulang, Mam!” Juga takut, jawaban itu mengecewakan ponakan yang hobinya main game online itu. Ya sudah, intinya pertanyaan dia tak saya jawab hari itu.

Entah kapan. Yang pasti belum genap seminggu. Saya online. Ponakan saya juga, ya Imam itu lagi OL juga. Dia langsung menchatting saya. “Lagi apa, Mang?” Saya jawab sekenanya. “Biasa, tidur-tiduran sambil OL! Ada pertanyaan lagi, Mam?” Saya menyengajakan diri, hari itu memang lagi malas membalas chattingan, walau chattingan itu dari ponakan. Ya, lagi enggak mood aja. Intinya, waktu itu perut saya lagi mual, apalagi 1 menit sebelumnya saya baru dari jamban. Mencret, Bro! Maklum, Bakso super pedas kemarin sore musababnya! Mungkin, sih!

“Eee, Mang! Pulang gak lebaran besok?” Ponakan saya membalas begitu. Perut saya tambah mual. “Insyaallah gak, Mam! Tapi, tunggu aja lah besok. Oke? Mam, mamang mau ke WC first, ya. Salam sama semuanya.”

Kalau ponakan saya yang satu ini saja sudah nanyain pulang atau enggaknya saya ke Bengkulu, apalagi ponakan lainnya? Bukan apa-apa, nih! Jujur nih saya mau  bilang, kalau saya ini termasuk orang yang paling dirindukan, dicari-cari, disenengin, bahkan sering kali juga dikerjain mereka (para ponakan). Pokoknya, ke mana pun saya pergi, mereka selalu nanyain saya. Kapan mamang pulang lah. Nanyain lagi ngapain lah. Tanya sudah makan apa belum lah. Ah, pokoknya nanya-nanya gitu, deh! Dan pertanyaan-pertanyaan itu, kalau dipikir-ya melatih saya buat lebih sabar menghadapi mereka. Makanya, setelah saya memutuskan tidak berlebaran bareng sama mereka tahun ini (ponakan, emak-apak, kakak-adik) kalau jadi, yah, gimana gitu. Percik-percik rindu itu selalu ada. Dan mungkin saya harus menangis! Sekarang!

Keputusan saya tidak pulang ke Bengkulu lebaran besok, sebenarnya emak-apak belum tahu. Apa sebab? Ya, memang saya belum kasih tahu ke mereka, Bro! Nanti saja, sekitar H-7 sebelum lebaran, mungkin akan saya utarakan, berikut berbagai alasan-alasan yang memikat, sekaligus permohonan maaf, dan tantu saja yang tak kalah penting, yaitu meminta doa dari mereka. Sukses dan tidaknya seseorang, tergantung keridhoan ayah-ibu. Saya amat yakin dan percaya itu. Benar, tanpa diminta pun, tiap hari kedua orangtua pastilah selalu mendoakan anak-anaknya buat kebaikan.

Lalu, kalau saya enggak pulang ke Bumi Rafflesia (sebutan buat Bengkulu), adakah oleh-oleh, buah tangan, atau sekedar THR buat my parent? Pas saya jalan-jalan ke Pasar Baru di Bandung pekan lalu, terbesit dalam hati. “Ah, kalau beli mukena yang itu buat emak rasanya bagus, tuh! Buat apak, apa, ya?”

Mudah-mudahan di bulan penuh berkah ini saya dapat kesempatan buat menyenangkan emak-apak, lebih sekedar beli mukena dan baju koko.

Duh, lebaran tinggal 29 hari lagi!

Ingat, keputusan saya ini sewaktu-waktu bisa berubah.

11 thoughts on “Lebaran di Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s