Juni

Ini adalah tulisan pertama di bulan Juni. Pas tahu Juni saya kangkangi, saat itu pula keengganan saya menulis catatan harian pudar. Tak ada alasan pasti. Padahal, begitu banyak waktu yang telah saya sia-siakan selama berada di bulan Juni ini. Ide yang akan dijadikan sebuah tulisan berseliweran di balung kepala. Lagi-lagi, entah mengapa-dengan alasan yang tak diterima akal, untuk membuat satu paragraf tulisan saja nyaris tidak pernah kesampaian. Apa yang terjadi pada diri saya sesungguhnya?

Kalau saja dihitung-hitung, taroklah selama menikmati hari-hari di bulan Juni ini entah berapa kali saya menemui kejadian aneh-yang sebetulnya menarik untuk dijadikan tulisan. Kejadian itu, sempat saya rekam di file otak, namun lagi-lagi pas saya buka leptop pada malam harinya-hilang seketika. Tepatnya bukan hilang, tapi pas buka dokumen microsof word kata-kata pun tak dapat saya dedahkan. Saya harus gimana kalau menemui jalan buntu seperti itu?

Menulis catatan harian pun tak jadi lagi. Ya, gara-gara kerumunan kata-kata di otak-entah yang ada di sebelah kanan atau kiri tak juga keluar. Mandeg lagi mandeg lagi. Istilah orang Tegal, gagal maning! Ada rasa sesal sebenarnya kalau saya mengalami kebuntuan seperti itu. Yang tadinya semangat menggebu ingin menorehkan kata-kata di microsof word, eh malah enggak jadi. Dan itu saya alami begitu berulang. Sampai-sampai saya memutuskan, saking putus asanya tidak akan pernah lagi menulis! Tepatkah sikap saya yang egoistis itu?

Sepenuh hati akan saya jadikan Juni ini sebagai bulan untuk bersemangat menulis lagi. Terutama menulis catatan harian buat mengisi gubuk maya saya: www.hasannote.wordpress.com. Jadi memang, saya harus meminta maaf kepada buku catatan harian digital saya atas kealpaan melupakan sejenak ruang penumpahan unek-unek saya-yang sedari awal saya anggap catatan tak penting. Setiap yang tak penting menurut orang-orang, maka itu saya menganggapnya menjadi penting. Sebab saya memiliki kepentingan di dalamnya. Bisakah kau memberi maaf gubuk mayaku untuk kesalahan yang disengaja ini?

Juni. Juni. Juni. Saya sangat bosan dengan alasan bahwa saya tidak menulis karena tak ada ide. Bosan sekali dengan menyalahkan ide, ketiadaan ide, lalu saya enggan bahkan memutuskan tidak pernah menulis lagi! Lalu untuk apa  hidup kalau tak dihabiskan dengan membaca kemudian disempurnakan dengan menulis? Saya tahu, kalau saya terlahir di negeri yang orang-orangnya rabun membaca dan lumpuh dalam menulis. Apakah dengan sebutan yang kurang ajar itu lantas saya berdiam?

Juni. Saya siap menutupimu dengan guyuran kata-kata! Sanggupkah?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s