Semacam Curhat Buat Tuhan

“Ya Tuhan, berilah kekuatan pada apak. Berilah ia kesehatan. Kembalikan kesehatannya ke semula supaya apak bisa beraktivitas lagi. Biar bisa turun ke sawah lagi. Biar bisa menaman pisang lagi. Biar bisa mencari kayu bakar lagi. Juga biar bisa berkumpul bersama emak di rumah. Tuhan, jangan biarkan apak berlama-lama sakit seperti ini. Bukan aku menolak atau tak menerima kenyataan ini. Tapi, kalau apak sehat, tentu menyembah-Mu juga akan lebih khusuk. Kekhusukan itu dibutuhkan, ya Tuhan. Tolong hamba-Mu yang lunglai ini.”

“Ya Robbi, betapa aku mencintai-Mu sepengetahuanku. Engaku tahu, sudah dua hari ini  apak ada bersamaku, di Bengkulu. Tapi, kebersamaan apak tidaklah segembira hatinya di hari-hari lain. Kali ini, apak benar-benar fisiknya dilanda sakit, makanya harus berobat. Hari pertama di Bengkulu, apak harus ke dokter Agus, memeriksa lagi keluhan sakit pada kakinya. Kakinya bengkak. Kata apak, itu karena tertusuk duri salak. Betapa sakitnya itu ya, Tuhan. Aku hanya ingin, ringankan sakitnya, Tuhan. Sabarkanlah apak menerima cobaan ini. Sabarkanlah.”

“Ya Tuhan maha penguasa jagat. Apak bukan saja sakit di kakinya. Sebelum duri salak bersarang di daging rentanya, apak memang sudah lama bergelut dengan sakit kepala. Aku tahu persis, saat aku SD, betapa apak seringkali terserang sakit kepala, yang menurutku-sakitnya benar-benar akut. Pokoknya parah. Makanya, suatu kali apa minta diantar ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa. Aku lihat saat itu, sekeliling kepala apak penuh dipasang kabel kecil. Bervariasi warnanya. Entah mau mendeteksi apa.  Seminggu setelahnya, apak baru cerita kalau apak menderita gangguan pada sarafnya.”

“Ya Tuhan yang maha kasih. Aku bertanya kenapa apak bisa terkena gangguan saraf. Berceritalah apak mengenai masa mudanya dulu, masa dimana Indonesia masih muda. Kata apak, apak pernah mengalami kecelakaan saat bis yang ia tumpangi terjun ke sungai. Untungnya, apak tak ikut terbawa bis yang tercebur ke dalamnya. Itu perasaan apak. Tapi, apak tahu-tahu sudah berada di rumah sakit dengan luka-luka yang cukup serius. Kaki apak patah, belum lagi tulang rusuk juga mengalami hal sama.”

“Ya Tuhan, dari sanakah sakit saraf apak bermula? Apak pun membenarkan, bahwa kepala apak terbentur benda keras saat kecelakaan bis yang ditumpanginya. Apak masih sadar waktu itu apa penyebab bis terjerembab ke dalam sungai. Katanya, bis itu remnya blong! Apalagi, jalan turun yang dilalui bis sangat curam. Kanan-kirinya bebatuan serta jurang. Banyak korban meninggal saat itu. Tapi apak, masih diselamatkan kasih Tuhan, meski harus menanggung resikonya hingga hari ini.”

“Tuhan, apak bilang dokter dulu memutuskan ingin mengamputasi kakinya. Mendengar itu, kata apak, ia kaget dan menolak saran dokter. Apak masih sayang dengan kakinya. Akhirnya, dokter pun tidak bisa memaksa. Apak lalu dibawa ke kampung,lebih baik diobati secara tradisional. Apak lalu ditemukan orang pintar yang bisa menyambung tulang-tulang patah yang ada di dalam tubuhnya. Proses penyembuhannya berbulan-bulan. Sampai akhirnya, apak pun normal seperti biasa, berkegiatan seperti semula. Alhamdulillah, ya Tuhan.”

“Ya Tuhan, tiap bulan sekali apak harus berobat ke Bengkulu tatkala kepalanya mengalami sakit. Dan itu sudah berlangsung lama. Bayangkan, saat saya menginjak SD, apak sudah merasakan begitu. Terkadang, di saat sepertiga malam, tiba-tiba kepala apak diserang sakit. Aku kerap terbangun oleh erangannya. Dan emak, saat mataku melek, sudah berada di samping apak, mengurut-urut kepala apak.”

“Ya Tuhan, saat ini, di tahun 2013, tahun dimana SBY berkuasa, di usia apak yang masuk 78, apak masih ditemani rasa sakit di kepalanya. Sampai kapankah, ya Tuhan? Berilah kami sekeluarga selalu…selalu…selalu…diberikan ketabahan, kesabaran menghadapi, menerima semua-yang menurutku ini salah satu nikmat-Mu juga. Meski begitu, aku berharap, ya, Tuhan, engkau meringankan beban kami. Tuhan, tak ada lagi yang patut dijadikan tempat bersimpuh selain-Mu. Aku siap menerima apa adanya. Karena aku tahu, aku tidak memiliki kekuatan, kekuasaan apa-apa untuk melawan-Mu. Jadikan hamba-Mu ini menjadi manusia yang selalu membutuhkan-Mu.”

Apak, saat masih sehat terlihat sedang bermain dengan salah satu cucunya, Opik Awan. (Cecep Hasannudin)

Apak, saat masih sehat terlihat sedang bermain dengan salah satu cucunya, Opik Awan. (Hasan’s foto)

2 thoughts on “Semacam Curhat Buat Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s