Teteh dan Buku Sastra

Wuiih. Pas nian! Saya main ke rumah teteh, saya langsung disuguhi buku-buku yang saya suka. Ada juga buku yang sebenarnya-selama ini saya cari-eh ternyata ada di teteh. Setidaknya ada 7 buku yang saya boyong alias pinjam dari teteh sore kemarin. Mau tahu? Pokoknya ditulis oleh orang-orang mantap! Mereka sastrawan yang mewarnai kesusastraan Indonesia. Ya udah, enggak usah berlama-lama. Cekidot!

Tirani dan Benteng” yang merupakan dua kumpulan puisi Taufiq Ismail yang ditulis dalam masa 6 tahun antara 1960 dan 1966 di Pekalongan, Bogor, Yogya, dan Jakarta. Buku kumpulan puisi itu juga dibubuhi foto-foto saat demontrasi pecah pada 1966. Dan itu yang  membuat saya semakin semangat membacanya. “Teh, ini pinjam dulu, ya. Dari dulu buku Tirani dan Benteng Cep cari-ari,” kata saya sambil meletakkannya di samping saya. Lalu, buku apa lagi?

Buku Puisi dan Prosa “Derai-Derai Cemara” karangan penyair kenamaan, Chairil Anwar juga ikut saya pisahkan untuk saya pinjam. “Ini juga , ya Teh!” Maka saya terus membuka-buka lembar demi lembar buku bersampul hijau-kekuningan itu. Sampai pula saya pada halaman 12. Di sana, ditorehkan puisi terkenalnya. Judulnya, “Aku”. Demi mengingat-ingat tatkala saya duduk di bangku SD, rasanya saya perlu menyalin ulang salah satu karya bung Chairil ini.

AKU

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret, 1943

“Ini juga, ya, Teh! Yang Sutardji Calzoum Bachri. Sampul buku itu biru dipadu merah, ada gambar penulisnya meski dibuat sketsa. Sutardji sedang di atas mimbar. Saya yakin-dia sedang membacakan puisi. Itu tampak dari mulutnya yang menganga dengan wajah lurus ke depan. Itu sketsa Sutardi muda, rambut gondrong. Yup, buku yang saya pegang itu merupakan 3 kumpulan sajak. “O”, “Amuk”, dan “Kapak“. Ini buku super jadul, dicetak di Jakarta pada 1981. Saya belum lahir, Bro!

Saya perlu pula mendedahkan salah satu puisi karya presiden penyair Indonesia di sini. Maaf, ya om Sutardji, saya enggak izin dulu, nih!

BELAJAR MEMBACA

kakiku luka

luka kakiku

kakikau lukakah

lukakah kakikau

kalau kakikau luka

lukakukah kakikau

kakiku luka

lukakaukah kakiku

kalau lukaku lukakau

kakiku kakikaukah

kakikaukah kakiku

kakiku luka kaku

kalau lukaku lukakau

lukakakukakiku lukakakukakikaukah

lukakakukakikaukah lukakakukakiku

1979

Waduh, Bang Sutardji, Bang Sutardji. Ampun, deh! Bacanya aja bikin berkerut, berkeringat, dan mesti teliti. “Gaya nulis puisi Sutardji memang gitu, Cep!” celetuk teteh, yang juga guru bahasa Indonesia itu. Tapi, kenapa saya bilang, “bang” sama Sutardji? Iya, dunk! Dia kan lahirnya di Riau- tempat bahasa Indonesia berasal. O.

“Teh, pokoknya Cep minjam dulu ya buku-bukunya.” Selain 3 buah buku di atas, saya juga memilah-milah buku lain yang ada di rak teteh kemarin. “Sampah Bulan Desember“, yang ditulis Hamsad Rangkuti juga saya angkut. Itu merupakan kumpulan cerpen pria kelahiran Titikuning, Medan, Sumatera Utara pada 7 Mei 1943 yang pernah dimuat beberapa media nasional  dalam rentang 1979-1999. Dia salah satu pengarang kenamaan milik Indonesia yang punya pengaruh terhadap perkembangan sastra di tanah air. Sampul bukunya merah. Kalau mau, foto kopi, ya. He.

Saya lantas melirik kumpulan cerpen lagi. Judulnya “Penjara“, karangan Sori Siregar. Saya belum tahu siapa dia, makanya saya ambil dan akan saya baca dulu cerpennya. Yang jelas dia bukan orang Bengkulu. Sip! Buku lainnya, yakni “Ayat-Ayat Api” yang ditulis oleh penyair yang juga akademisi-Sapardi Djoko Damono. Di dalamnya terhampar  kumpulan sajak . Buku terakhir yang saya bawa dari teteh berjudul “Gadis Kota Jerash” yang merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy dan kawan-kawan.

“Teh, Cep pulang dulu, ya.”

2 thoughts on “Teteh dan Buku Sastra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s