Diburu Deadline!

Kalau dipikir, ini barangkali membuat kesal, terutama bagi yang mengalaminya. Sore pukul  17.00 Wib, sejatinya saya sudah mengirimkan berita ke redaktur. Tetapi tak demikian hari ini (25/11). Kesialan itu begitu nampak. Saat tengah asyik-ayiknya menulis berita di sebuah warnet di kawasan kampus hijau Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB)- kampus swasta terbesar di Bengkulu, setidaknya menurut perkiraan saya. Tupp. Lampu listrik mati, padahal berita sudah tertulis tiga, namun lantaran belum di save di dokumen, ya, kata-kata yang diketik hilang berantakan. Kalau mengetiknya di word, barangkali masih tersimpan-sepert yang saya alami. Tapi, karena ngetiknya di notepad, hilang deh! Saya berusaha tetap tenang saat itu.

“Nomor lima berapa, Bang? kata saya sambil merogoh kantong celana di hadapan penjaga Warnet. Si penjaga tak juga bergeming, saking sibuknya melayani mahasiswa membayar warnetnya. “Huh…busyet, makalah ambo bakal dak jadi ko. Padahal dikumpulkan besok,” seloroh mahasiswa lain yang langsung melancit entah kemana. Saya yakin, dongkol hatinya listrik mati. Semakin dibuat tak nyaman, rintikan hujan terus mengetuk-ngetuk aspal, dan kalau ketukannya itu semakin keras, percayalah aspal di sekitar UMB jebol rasanya.

“Nomor lima dua ribu,” kata lelaki berkacamata penjaga warnet, cuek. Saya seneng dia cuek, karena meskipun ia tersenyum, tak sampai seratus persen balasan senyuman saya gak bakal ikhlas. Nah, lho! Ini dampak dari matinya listrik, sementara saya harus kejar deadline menulis berita. Tak  menunggu lama, kuda besi berwarna biru dihidupkan dan melaju ke warnet lain-kalau-kalau di warnet “langganan”, di depan Unihaz listriknya hidup. “Wuih…belum juga hidup tuh,” hati saya bilang begitu saat sampai di depan Unihaz sambil melirik-lirik si penjaga warnet-berkaos hitam, dan mudah-mudahan masih gadis! Maunya.

Kedua ban motor yang tak mulus lagi itu terus menapak aspal-aspal pecicilan, sementara saya berada di atasnya. Terus saya cepatkan laju kendaraan, berniat ke warnet di Penurunan-salah satu nama kelurahan di kota Bengkulu, yang jaraknya tak jauh dari rumah bersejarah ibu Fatmawati. Sampai di sana, terlebih  dulu semua toko di samping warnet saya sapu dengan bola mata berwarna coklat . Ruang-ruang  tengah gelap nan gulita-cuma ada beberapa lilin. Perkiraan, warnet yang saya maksud pun bernasib sama.

Jam tangan saya mengabarkan pukul 17.30 Wib. Asssudah! Bagaimana ini, ketenangan saya dikalahkan oleh bisikan-bisikan redaktur yang menyuruh jika mengirimkan berita harus tepat waktu, tepat data! Ini membuat kepala pening, kata sebagian wartawan-dan itu hampir dialami semua pekerja media, terutama buruh tintanya. Tekanan-tekanan dari atasan membuat stres, membuat hidupnya tak tenang. Benarkah? Siapa pula yang menyuruh kau bekerja di media, menjadi wartawan pula! Pikiran-pikiran itu bertumpuk di halaman otak saya di saat genting itu. Tapi untungnya, bayangan-bayangan itu dapat saya lupakan. Yang harus saya lakukan adalah mendapatkan warnet, tapi warnet yang listriknya hidup!

Saya terus menyusuri jalan yang tak protes sedikit pun.  Yang ada, ricik air hujan yang seolah memberitahu, hai Cecep Hasanudin, teruslah ke arah Unived. Di sana nanti kau temukan warnet yang pas buatmu. Kendaraan, baik roda empat maupun dua terus berseliweran yang hampir saja membuyarkan konsentrasi, membuat deg-degan hati ini, jangan-jangan ada pesan di hape yang isinya,”Niat gak kau ngirim berita, nih!”.

“Ada yang kosong, Mbak?”  masih diusahakan tenang saat itu, di depan penjaga warnet berjilbab coklat, tepat di depan kampus Unived, Sawah Lebar. Haturnuhun Gusti. I love you. You love me, kan?

3 thoughts on “Diburu Deadline!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s