Kita itu Menjengkelkan?

ilustrasi

Akan ada banyak orang yang kita temui, bahkan kenal-mereka itu nantinya akan membuat perasaan kita senang, merasa dihargai, bahkan sebagian manusia yang kita temukan itu, ternyata membuat hati kita bad mood. Yang bikin bad mood inilah, pada akhirnya kitalah yang dapat mengatasinya. Mau seperti apa caranya, itu tergantung menyikapinya.

Saya prihatin pada teman saya, misalnya yang tak perlu saya sebutkan namanya di sini, hampir tiap hari terus diberondong dengan sms-sms, yang sebenarnya, pesan-pesan lewat handphone itu memuakkan sekaligus gak bikin nyaman. Masa? “Gak tahu pagi, siang, maupun malam, orang itu terus sms ke aku. Aku gak tahu maksudnya apa,” tuturnya suatu hari.

Bukan saja prihatin pada teman saya yang terkena peluru  “pelet” tak ampuh itu, tetapi terkhusus pada orang yang mengirimkan sms itu, saya juga, sekali lagi merasa sebal, bukan ke orangnya, tapi lebih pada sikapnya yang tak tahu menempatkan sikapnya yang “seharusnya dewasa. “Bahwa kedewasaan bukan diukur dengan umur,” celetuk kawan yang aktivis itu lewat wall facebook tak berapa lama. Patut dihargai pendapat itu.

Saya sempat berpikir, tapi tak terlalu keras, bahwa manusia pada dasarnya menjengkelkan, setidak-setidak itu menurut pendapat pribadi. Apa pasal? Pasal berapa? Pasal tentang apa? Ha. Manusia terlahir, ada dua kemungkinan. Ia dihadirkan memang ditugaskan sebagai pengganggu, dan ia diturunkan karena memang untuk mencerahkan, memberi kabar gembira, dan membuat manusia lain selalu bikin rindu, bahkan menggemaskan dengan kehadirannya.

Menjadi mahluk pengganggu, barangkali tepat dialamatkan buat orang yang selalu mengganggu teman saya itu, dengan letupan-letupan sms-nya yang tak membahagiakan. Apakah teman saya itu korban, yang digariskan Tuhan untuk diganggu? Saya tidak tahu, tapi apakah teman saya tadi juga termasuk tipe pengganggu selama ini? Yang pasti, manusia pengganggu dan yang diganggu, itu, meminjam istilah agama mayoritas merupakan sunnatullah.

Iklan

One thought on “Kita itu Menjengkelkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s