Abu Sakim

Hari ini (4/3) dapat kesempatan berkunjung ke sebuah desa bernama Abu Sakim, yang terletak di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Untuk dapat ke sana, jalanan tak mulus pun ditempuh dengan kendaraan roda dua saya, Revo Fit. Saya ke sana dengan maksud ingin mengetahui sesuatu, selain mengucapkan selamat buat kades terpilih untuk kedua kalinya.

Nama kades terpilih itu Pirmanto. Dilihat dari namanya, apalagi hurup terakhirnya, jelas dia bukan orang Padang atau pun Sunda. Tapi bukan berarti setiap nama yang akhir hurufnya “O”, itu selalu dari jawa. Sebab teman lama saya, Purnomo Sugiarto, dia asli Kabupaten seluma, provinsi Bengkulu. Sebuah nama memang terkadang menjebak!

Kalau yang satu ini, penguasa Abu Sakim asli orang jawa, tepatnya berasal dari Yogyakarta, Sleman. Dia mengaku kalau merantau ke the land of  rafflesia ini sejak tahun 1982. Di tahun itu, kebetulan saya belum lahir. Saya juga tidak tahu sedang berada dimana. Nah, di masa itu Pirmanto merambah ke Bengkulu.

Pirmanto ini, lebih kurang dua tahun menjadi Plt Kades Abu Sakim. Kenapa Plt? Karena Abu Sakim asalnya merupakan desa pemekaran dari desa tetangganya, Sunda Kelapa. Pada pilkades dua hari lalu, Pirmanto mencalonkan lagi dan menang kembali. Selamat aja pokoknya, pak! Yang pasti, warga bapak masih percaya sama bapak.

Sekian lama ngobrol ngalor ngidul, saya akhirnya berani bertanya begini,” Pak, sebenarnya, kenapa sih nama desa ini dinamakan Abu Sakim? Apakah karena kepala desa pertama namanya Abu Sakim? Atau, apa, ya pak?,” kata saya seperti ingin tahu. Pak Pirmanto sembari menyulut rokok menjawab tak langsung menjawab, dia malah memilih bilang begini,”Ayo, tehnya diminum dulu, nanti keburu dingin,” logat jawanya pun meluncur.

“Sejarahnya, ya? Jadi begini, sekitar tahun 1976, pertama kali jalan di desa ini  dibuka kan nama pemimpin proyek itu namanya Abu Sakim. Dia anggota TNI (dulu ABRI) dari koramil. Pak Abu Sakim itu asalnya dari Kepahiang (sebuah kabupaten di Bengkulu). Nah, sejak saat itulah, jalan di sini dinamakan Abu Sakim. Karena desa ini pemekaran dari desa Sunda Kelapa, juga untuk mengingat jasa beliau, maka dinamakanlah desa Abu Sakim. Jadi, Abu Sakim ini nama dari orang yang pertama kali buka jalan di sini. Tapi, beliau meninggalnya di tempat asalnya di Kepahiang,” papar Pirmanto dihadapan saya.

Tercenung juga saya dibuatnya setelah dengar asal muasalnya. Saya malah berpikir, suatu saat nanti saya akan bongkar asal-usul sebuah nama dimunculkan. Misalnya, kalau di Bengkulu itu ada nama daerah bernama: Pekik Nyaring, Pondok Kelapa, Pasar Pedati, Air Sebakul, dan nama-nama unik lainnya.

Ya sudah. Maturnuwun, pak informasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s