Saat Ponakan “ngomongin” Polisi dan Korupsi

Pikiran ponakan saya yang masih duduk di kelas tiga SMP kadang aneh, juga mengejutkan. Selagi jalan bareng mengantar saya ke warnet, dia tiba-tiba mengungkapkan kekesalannya mengenai perilaku polisi terhadap para demonstran, terutama pada mahasiswa pada saat menolak kenaikan BBM bersubsidi belum lama ini. “Jengkel nian Imam kek polisi ni. Aku bakar kelak mobil polisi ni (tangannya sambil menunjuk ke  arah mobil patrol polisi yang kebetulan terparkir di depan pos lantas di simpang lima, kota Bengkulu). Jengkel nian pokoknyo!” kata ponakan saya yang hobi main game online itu polos.

Saya hanya tertawa sambil sedikit takut, kalau omongan ponakan saya yang badannya kurus itu didengar langsung oleh polisi yang lagi nongkrong di depan pos lantas itu. Saking penasaran, saya kejar pernyataan ponakan saya itu dengan melontarkan pertanyaan. “Mam, kok beraninya kamu bilang gitu, sih! Bahaya, lho kalau ketahuan kamu bilang kayak gitu,” kata saya sambil menyebrang jalan. Ponakan saya yang sulit bilang hurup”R” itu malah menimpali dengan kata-kata ekstrim. Intinya, dia menghujat perilaku polisi yang kesetanan saat menyiksa mahasiswa yang sedang demo (kata-kata ponakan saya sengaja tak saya bubuhkan di sini, soalnya kasar).

Imam malah mengoceh. Saya mendengarkan saja. Pembicaraan soal polisi dialihkannya ke korupsi. Entah dia tahu dari mana kalau gubernur kami, yakni Bengkulu  (Agusrin M Najamudin) yang namanya akhir-akhir ini melejit bukan hanya di Koran local, namun sudah menasional, itu melakukan korupsi. Anak sekelas  SMP sudah tahu kalau perilaku koruptif tak dibenarkan dimana pun di jagat ini. Makanya, ponakan saya itu terus melontarkan ketaksetujuannya terhadap orang yang korup. “Agusrin pasti kayo. Mobilnyo banyak. Misalnyo mobilnyo itu ado di siko, pasti Imam bakar. Soalnyo mobil itu asalnyo dari uang haram!” betapa  keras ancaman ponakan saya  itu. Saya hanya tertegun. Ya sudah lah, terserah kamu Mam mau bilang apa.  Yang pasti, kamu beranjak dewasa!

Iklan

One thought on “Saat Ponakan “ngomongin” Polisi dan Korupsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s